Ekonomi Dunia dan IHSG

Ekonomi Dunia dan IHSG





Naik turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Padahal, kenaikan atau penurunan persediaan tergantung pada jumlah permintaan dan penawaran. Tapi ini adalah teori yang sangat mendasar. 

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Anda percaya bahwa ketika pedagang membeli saham ada lebih banyak permintaan daripada penawaran dan sebaliknya adalah salah satu faktor yang sangat menentukan 

Kita sering ditanyai pertanyaan seperti: "Apa hubungan antara harga saham dan ekonomi suatu negara? Bisakah Anda membuat dampak?" Sekarang bayangkan Anda adalah seorang investor ekuitas. Anda ingin berinvestasi di saham perusahaan besar Indonesia yang menjanjikan.

 Sebagai investor ekuitas, apakah Anda berani menginvestasikan modal dalam jumlah besar di saham? Atau sebaliknya. Saya ingin berinvestasi saham. Dan pada saat itu, ekonomi sedang bagus, keuntungan perusahaan meroket, dan perusahaan berjalan dengan baik. Tentu saja, ketika kondisi ekonomi baik, tidak ada keraguan bahwa orang akan menginvestasikan lebih banyak modal di saham daripada ketika kondisi ekonomi buruk. 

Pasar modal/pasar saham merupakan salah satu indikator keadaan ekonomi suatu negara. Ketika harga saham terus turun, itu menandakan ada yang tidak beres dengan perekonomian negara. Ketika perekonomian sedang bergejolak, investor dan pedagang saham pasti memilih untuk menjual saham di pasar saham, sehingga harga banyak saham terus turun dan sebaliknya. Sudah banyak bukti bahwa harga saham adalah ukuran kesehatan ekonomi suatu negara.

Saya ingat krisis ekonomi tahun 1998 dan market crash tahun 2008 (IHSG turun 60%) menyebabkan harga saham turun. Hal ini karena perekonomian Indonesia dan global saat itu sangat ketat, dan banyak investor ekuitas menjual sahamnya dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian pula di tahun 2020, di saat wabah virus corona, sektor bisnis terhambat, impor dan ekspor terhambat, dan banyak perjalanan bisnis terhenti, yang tentunya berimbas pada perekonomian negara, turun 39% dalam tiga bulan pertama. Tentu saja, ini bukan pengurangan yang wajar. Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi pada tahun 1998-1999, IHSG kembali naik pesat, banyak investor membeli saham, dan banyak orang kembali ke pasar saham. Oleh karena itu perekonomian negara sangat erat kaitannya dengan pergerakan pasar saham. 

"Riset Situasi Pasar dan Sentimen (Terutama yang Berkaitan dengan Berita Bisnis)" 

"Analisis Fundamental, Terutama Riset Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro" 

Ya, tentang posting ini kami menemukan ekonomi Negara "benang merah" antara situasi dan harga saham. Oleh karena itu, saat mempelajari saham, seseorang tidak boleh lalai mempelajari situasi ekonomi negara dan sentimen yang muncul di pasar saham.


Teknik Dasar Trading Saham

Teknik Dasar Trading Saham

Mayoritas orang yang membuka akun software online trading, umumnya bertujuan untuk TRADING SAHAM (beli jual saham untuk jangka pendek). Namun banyak trader yang tidak paham apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan pasar saham, karena ada banyak harga saham yang bergerak. Di satu sisi, anda harus memilih beberapa saham saja yang menguntungkan.

Maka dari itu, sebagai trader saham anda tidak disarankan trading / membeli saham jika anda belum memahami ilmu trading saham, yaitu cara-cara untuk mencari saham yang bagus. 

Sebelum trading, pahamilah terlebih dahulu teknik dasar trading saham supaya anda bisa memilih saham yang bagus untuk dibeli. Apa saja teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai? Mari kita bahas. 

1. Membaca grafik 

Kalau tujuan anda trading saham, maka anda harus paham cara membaca grafik saham. Grafik saham dasar yaitu kemampuan anda untuk membaca: Candlestick, indikator dasar (umum), support resisten dan analisis tren. Kalau anda bisa membaca grafik, anda akan lebih mudah untuk menyeleksi saham2 yang berpotensi naik. 

Untuk anda yang ingin trading namun belum paham ilmu membaca chart, pahami dan pelajari dahulu cara membaca grafik saham yang benar. 

2. Memahami bid-offer saham 

Bid offer adalah teknik dasar untuk trading saham. Kalau anda tidak bisa membaca dan menginterpretasikan bid offer untuk trading, anda akan kebingungan menentukan harga saham yang harus anda beli saat itu. 

Bid offer merupakan antrian harga saham. Jika anda paham antrian saham yang benar, anda tidak akan salah menempatkan order beli dan jual saham anda. 

Kalau anda membaca grafik (chart) saham, hal ini juga harus diimbangi dengan kemampuan anda untuk membaca bid-offer, karena bid-offer juga bagian dari candlestick. Cara-cara membaca bid-offer pernah saya bahas disini: 

Jika anda adalah tipikal trader harian (anda ingin beli dan raksaham dalam waktu 1-2 hari saja), maka analisis bid-offer harus anda pahami, karena bid-offer juga bisa digunakan untuk mencari saham-saham yang bagus dalam jangka pendek untuk intraday trading. 

3. Analisis teknikal lanjutan (Analisis teknikal untuk strategi trading) 

Setelah anda memahami cara-cara dasar membaca grafik dan membaca bid-offer, anda harus memahami analisis teknikal lanjutan. Analisis teknikal lanjutan adalah: Analisa chart pattern, pola-pola candlestick, praktik indikator untuk trading. 

Anda harus mulai mempraktikkan kombinasi analisis teknikal yang simpel yang dapat menghasilkan profit karena analisis teknikal itu ada banyak. Ada analisis teknikal yang mudah untuk digunakan, ada analisis teknikal yang sangat rumit penerapannya. 

4. Screening saham

Screening saham artinya MEMILIH SAHAM. Memilih saham adalah teknik dasar trading saham. Hal ini karena sebagai trader pemula sampai anda menjadi trader yang expert, anda harus bisa menyeleksi beberapa saham yang menguntungkan dari ratusan jumlah saham di Bursa Efek. 

Banyak trader pemula yang tidak tahu harus membeli saham apa, karena trader tidak mempelajari analisa-analisa untuk screening (memilih) saham. Jadi, mempelajari analisis teknikal juga harus dibarengi dengan pemahaman dan praktik screening saham yang benar. 

Itulah 4 teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai sebelum memutuskan untuk trading saham. Percayalah, kalau anda sudah memiliki basic dan paham cara mempraktikkan trading saham yang benar, anda bisa memilih saham berdasarkan analisis dan pertimbangan yang lebih baik, bukan hanya sekedar gambling. 
Ekonomi Dunia dan IHSG

Ekonomi Dunia dan IHSG




Naik-turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Memang naik-turunnya saham itu tergantung dari banyak sedikitnya permintaan dan penawaran. Tapi itu adalah teori yang sangat dasar.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa yang menyebabkan para trader bisa percaya untuk membeli suatu saham, sehingga banyak permintaan daripada penawaran dan juga sebaliknya? 

Kondisi perekonomian suatu negara adalah salah satu hal yang sangat menentukan apakah harga saham-saham di pasar saham bisa bergairah atau tidak. Saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ini: 

"Memang apa hubungannya harga saham sama perekonomian negara? Naik turunnya harga saham itu kan karena permintaan dan penawaran trader saham. Kenapa naik turunnya harga saham dapat menggambarkan kondisi ekonomi negara?"

Sekarang anda bayangkan, anda adalah seorang investor saham. Anda ingin berinvestasi di saham-saham perusahaan besar di Indonesia yang prospeknya bagus. Tapi saat itu kondisi ekonomi lagi carut-marut, amburadul... 

Apakah anda sebagai investor saham berani memasukkan modal besar untuk investasi saham? 

Demikian juga kalau hal sebaliknya terjadi. Anda ingin investasi saham. Dan pada saat itu, kondisi ekonomi sedang berjalan bagus, laba perusahaan banyak yang naik, operasional perusahaan berjalan lancar. 

Tentu saja, dalam kondisi ekonomi yang bagus, anda pasti lebih berani memasukkan modal besar untuk investasi saham, dibandingkan saat kondisi ekonomi sedang berantakan. 

Itulah kenapa pasar modal / pasar saham merupakan salah satu tolok ukur sehat tidaknya kondisi perekonomian suatu negara. Kalau harga saham terus berjatuhan, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi suatu negara. 

Karena saat ekonomi sedang bergejolak, investor dan trader saham pasti memutuskan untuk menjual saham-sahamnya di pasar saham, sehingga banyak saham yang harganya terus turun, demikian juga sebaliknya.  

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa harga saham itu menjadi tolok ukur sehat tidaknya perekonomian suatu negara. Kita ingat bagaimana krisis ekonomi tahun 1998 dan crash market 2008 (IHSG turun 60%) membuat harga saham benar-benar drop.

Hal ini karena di tahun-tahun tersebut ekonomi Indonesia & dunia benar-benar berada di ujung tanduk, sehingga investor saham banyak yang menjual saham dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian juga di tahun 2020 saat wabah Virus Corona, di mana sektor bisnis terhambat, ekspor-impor, perjalanan bisnis juga banyak dihentikan, maka tentu hal ini akan menghambat perekonomian negara. 

Hal ini membuat IHSG di tiga bulan pertama langsung amblas 39%. Tentu ini bukan penurunan yang wajar. 

Namun sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi setelah tahun 1998-1999, maka IHSG kembali naik dengan cepat, banyak investor membeli saham, banyak orang yang berani masuk lagi di pasar saham. 

Jadi perekonomian suatu negara itu sangat berhubungan erat dengan pergerakan pasar saham. Itulah mengapa, di web Saham Gain saya sering mengulas dan menyarankan pada anda agar: 

"Pelajari kondisi & sentimen market (terutama berkaitan dengan berita2 ekonomi)"

"Pelajari analisis fundamental, terutama ekonomi mikro dan ekonomi makro" 

Apa yang saya paparkan ini (anjuran untuk mempelajari kondisi ekonomi sebelum beli saham, khususnya untuk investasi jangka panjang), tentu bukan tanpa alasan. 

Yap, melalui pos ini kita sudah menemukan 'benang merah' kaitan antara kondisi ekonomi negara dengan harga saham. Jadi di dalam belajar saham, jangan mengabaikan untuk mempelajari kondisi perekonomian negara, dan sentimen2 yang terjadi di pasar saham.
7 Sumber Pengetahuan Belajar Saham

7 Sumber Pengetahuan Belajar Saham




Banyak rekan trader dan investor yang ingin memulai belajar saham, maupun yang sudah memiliki pengalaman trading beberapa bulan sampai dengan 1 tahun, namun masih belum bisa mencetak profit di saham. 

Yap, tidak sedikit trader saham yang belum bisa mencetak profit konsisten di saham karena trader belum paham cara menganalisis saham untuk memilih saham2 yang menguntungkan. Banyak trader yang masih mencari referensi-referensi untuk menambah pengetahuan, serta analisa trading dan investasi. 

Ada 7 sumber pengetahuan belajar saham yang dapat meningkatkan pemahaman anda supaya bisa menganalisa saham, trading saham serta mencetak profit konsisten. Anda bisa pertimbangkan belajar saham dari 7 sumber berikut: 

1. Buku / ebook praktik trading saham 

Buku yang membahas mengenai trading dan investasi saham bisa menambah pengetahuan anda untuk belajar saham. Namun tidak semua buku / ebook saham cocok untuk praktik trading.  

Anda harus bisa memilih buku / ebook saham yang mengarah langsung pada strategi trading yang simpel, sehingga bisa anda terapkan secara langsung untuk trading dan memilih saham yang potensial. 

Sehingga dengan adanya buku saham, anda bisa praktik trading dan tidak hanya belajar teori.  Di web Saham Gain, anda juga bisa mendapatkan ebook-ebook trading dan investasi saham yang mengarah langsung pada praktik dan strategi2 trading yang mudah diterapkan untuk semua level trader, mulai pemula - expert. 


2. Blog atau website belajar saham 

Saat ini ada banyak blog atau website yang membahas tentang pengetahuan & belajar saham yang bisa anda akses secara free. Jika anda ingin menambah pengetahuan saham, anda bisa searching dan mempelajari website2 yang membahas mengenai belajar saham, trading & investasi. 

Salah satu website belajar saham terlengkap bisa anda pelajari di web sahamgain.com ini. Ada banyak tulisan mengenai pengetatuhan saham mulai dari level pemula, analisa-analisa saham, ulasan market hingga wathclist saham yang bisa anda akses secara free. 

3. Seminar saham

Mengikuti seminar saham bisa menjadi opsi untuk menambah pengetahuan belajar saham. Saat ini ada banyak sekali seminar2 tentang saham. Namun untuk mengikuti seminar saham, anda juga harus menyeleksi seminar saham yang bermanfaat.  

Tips dari saya, pilihlah seminar saham yang benar2 memberikan edukasi saham. Hindari seminar2 dengan judul yang terlalu bombastis dan tidak realistis, misalnya: 

- Ikutilah seminar trading jago analisis teknikal dalam 5 menit
- Ikutilah seminar cara profit 25% dalam waktu singkat
- Hadirilah seminar cara untung di saham hanya dalam semalam 

Jangan sampai anda membuang uang jutaan bahkan puluhan juta untuk membeli seminar2 yang ujung2nya hanya menyuruh anda untuk mengikuti seminar lagi yang harganya lebih mahal. Padahal uang tersebut harusnya bisa digunakan untuk modal trading anda.    

4. Youtube saham 

Youtube saham juga bisa anda gunakan sebagai sarana untuk belajar saham. Anda bisa memilih materi2 saham yang sesuai dengan karakter anda (mengenai belajar pemula atau trading atau investasi saham), sebagai pelengkap anda untuk menambah pengetahuan saham. 

5. Grup-grup saham 

Grup saham dapat menambah pengetahuan anda untuk belajar saham, karena di grup saham, banyak trader yang sharing ilmu dan pengalaman trading. Namun, sama seperti anda mengikuti seminar saham, anda juga harus selektif dalam memilih grup untuk belajar saham. 

Perlu anda ketahui juga, banyak grup saham yang 'disusupi' oleh bandar saham, dan banyak grup saham yang seringkali menebar fear (ketakutan) ketika pasar saham sedang jatuh. Jadi anda harus memilih grup saham yang benar-benar dapat memberikan ilmu trading / investasi untuk anda pribadi. 

6. Orang-orang yang lebih pengalaman di saham

Banyaklah belajar dari orang2 yang sudah pengalaman di saham, entah broker anda, atau mungkin anda punya kenalan trader yang bertahun-tahun trading saham, anda bisa belajar banyak dari mereka. 

Saya pribadi saat masih pemula juga banyak mendapatkan ilmu trading saham dari teman-teman yang lebih pengalaman dan banyak belajar dari broker saya di kantor sekuritas. Cara ini sangat efektif untuk menambah sumber pengetahuan anda tentang saham.  

7. Praktik trading otodidak 

Poin ini yang harus benar-benar anda praktikkan, yaitu praktik trading otodidak. Pengetahuan trading anda akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu jika anda mempraktikkan sendiri cara-cara menganalisa, memilih saham dan trading mandiri. 

Setiap analisa saham, mengamati market, membeli saham, semuanya merupakan bagian dari proses belajar saham. Dari sinilah anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan saham, mulai dari cara memilih saham yang benar, hingga kriteria2 saham yang bagus untuk dibeli. 

Jadi, melalui ebook saham, wesbsite, orang2 yang pengalaman, hal ini akan memudahkan anda untuk menerapkannya ke dalam praktik trading. 

Hal ini seringkali dilupakan oleh kebanyakan trader saham, karena tidak sedikit trader dan investor yang maunya mendapatkan profit instan tanpa praktik dan menganalisa saham secara mandiri. 

Padahal untuk menambah pengetahuan di saham, salah satu kuncinya adalah anda harus menajalaninya sendiri dengan cara belajar saham otodidak. 

Itulah 7 sumber pengetahuan saham yang bisa anda gunakan untuk menjadikan anda semakin mahir (bisa mencetak profit) dalam trading saham. 

Apakah Trading Saham Menguntungkan?

Apakah Trading Saham Menguntungkan?





"Apakah trading saham menguntungkan untuk saya? Bagaimana cara memulai belajar saham?" Saya pernah mendapatkan pertanyaan tersebut dari rekan trader yang ingin memulai terjun di dunia saham.

Saya yakin banyak dari anda yang ingin memulai terjun di dunia saham, juga bertanya hal yang sama. Apalagi kalau melihat pasar saham yang sedang turun, bearish, hal ini mungkin akan menggoyahkan keinginan anda untuk trading saham. 

Kalau anda bertanya pada saya: Apakah trading saham menguntungkan? Maka saya jawab: Ya, karena berdasarkan praktik trading yang saya jalankan bertahun-tahun, saham bisa memberikan profit untuk saya pribadi. 

Tapi kalau anda ingin tahu apakah trading saham menguntungkan untuk anda sendiri, ya anda harus PRAKTIK beli jual saham. Anda harus menjalaninya. Anda harus belajar saham otodidak. Baca juga: Langkah-langkah Belajar Saham Otodidak. Hal ini sama saja kalau anda harus menjawab pertanyaan2 seperti: 

Apakah bekerja sebagai akuntan itu menguntungkan untuk anda?

Apakah menjadi seorang atlet menguntungkan bagi anda? 

Apakah menjadi arsitek cocok untuk anda? 

Apakah menjadi designer grafis bakalan memberikan jenjang karir dan pendapatan yang lebih baik untuk kehidupan anda?

Untuk menjawab pertanyaan2 tersebut, hanya anda yang tahu. Kalau anda ingin tahu apakah menjadi akuntan itu menguntungkan untuk anda, ya anda harus menekuni dunia tersebut. 

Kalau anda ingin tahu apakah anda cocok untuk jadi arsitek, ya anda harus terjun di dunia arsitek. Intinya, anda harus praktik. 

"Tapi Pak Heze, kan nggak mungkin saya menekuni banyak bidang sekaligus. Menekuni satu bidang saja belum tentu cocok, gimana mau mencoba semuanya?" Protes anda.

Nah, inilah poin penting yang ingin saya tekankan. Kita kembali lagi ke pertanyaan tentang apakah trading saham itu menguntungkan? 

Sebelum anda memutuskan untuk terjun ke dunia saham, anda harus memiliki PASSION, KEINGINAN YANG KUAT, TEKAD UNTUK BELAJAR SAHAM. 

Sama seperti ketika anda diberikan pilihan mana yang menguntungkan antara jadi akuntan, arsitek, designer grafis.. Maka anda harus bertanya pada diri anda sendiri: Dari bidang-bidang tersebut, bidang mana yang anda paling passion, kesukaan untuk terus mempelajarinya? 

Dari situlah anda bisa memilih satu bidang untuk anda tekuni, kembangkan, sehingga anda bisa mencetak keuntungan dari apa yang anda tekuni dan senangi.  

Hal ini sama dengan trading saham. Kalau anda sudah tidak ada keinginan yang kuat untuk belajar saham, anda tidak ada keinginan untuk belajar saham otodidak, anda malas menganalisa, anda maunya mencari grup-grup saham premium, maka saya sarankan: Kurungkan niat anda terlebih dahulu untuk mulai trading saham. 

Tanpa passion, keinginan, praktik mandiri dan tekad belajar saham, jangan berharap anda bisa mendapatkan profit dari saham. 

Sebaliknya, kalau anda sudah memiliki poin-poin tersebut, maka barulah anda bisa mulai terjun di dunia trading saham. Kemudian anda yang kritis bertanya lagi: 

"Bagaimana dengan saya yang sudah trading beberapa tahun, tapi masih belum untung Pak Heze? Malah banyak saham minus karena saya mulai trading saham saat pasar saham bearish?" Kata anda.

Yap, karena saya menjalankan dunia trading, maka saya harus akui bahwa memiliki tekad, passion, keinginan yang kuat untuk belajar saham.. Itu saja masih belum cukup untuk membuat anda untung dalam trading. 

Hal terpenting lainnya yang harus anda miliki dalam trading saham adalah PENGETAHUAN. Artinya, anda harus bisa menganalisis saham, baik dari segi analisis teknikal (membaca dan menganalisa chart), analisis fundamental (analisa perusahaan) dan analisis market. 

Pelajari juga: Belajar Saham Full Praktik Trading dan Belajar Analisis Fundamental Saham.   

Kalau anda ingin menjadi mahir dan mencetak keuntungan di bidang tertentu, anda harus pahami ilmunya. Kalau anda ingin mencetak profit di saham, maka pahamilah ilmunya. Anda harus bisa menganalisis saham, mencari saham2 bagus secara mandiri (otodidak). 

Menghasilkan keuntungan di saham tidak harus dilakukan dengan trading setiap saat. Ada saat2 anda trading, ada saat2 anda harus wait and see, ada saat2 anda harus berhenti trading sejenak. Ilmu2 inilah yang harus anda pelajari dalam dunia trading. 

Pos ini menuju pada satu kesimpulan, bahwa untuk menjawab pertanyaan apakah trading saham itu menguntungkan untuk anda, maka cek dahulu apakah anda memiliki passion di saham, kemauan untuk belajar saham, mau menganalisa saham (jangan trading saham karena ikut-ikutan. 

Kalau anda punya passion, mulailah trading saham. Tapi kalau anda tidak memiliki passion, kemungkinan besar saham tidak cocok untuk anda. 

Setelah anda memiliki poin-poin tersebut, lengkapilah dengan pengetahuan dan analisa untuk memilih saham bagus, dan supaya anda memiliki seni trading dalam menghadapi market. 
7 Sumber Pengetahuan Belajar Saham

7 Sumber Pengetahuan Belajar Saham

Banyak rekan trader dan investor yang ingin memulai belajar saham, maupun yang sudah memiliki pengalaman trading beberapa bulan sampai dengan 1 tahun, namun masih belum bisa mencetak profit di saham. 

Yap, tidak sedikit trader saham yang belum bisa mencetak profit konsisten di saham karena trader belum paham cara menganalisis saham untuk memilih saham2 yang menguntungkan. Banyak trader yang masih mencari referensi-referensi untuk menambah pengetahuan, serta analisa trading dan investasi. 

Ada 7 sumber pengetahuan belajar saham yang dapat meningkatkan pemahaman anda supaya bisa menganalisa saham, trading saham serta mencetak profit konsisten. Anda bisa pertimbangkan belajar saham dari 7 sumber berikut: 

1. Buku / ebook praktik trading saham 

Buku yang membahas mengenai trading dan investasi saham bisa menambah pengetahuan anda untuk belajar saham. Namun tidak semua buku / ebook saham cocok untuk praktik trading.  

Anda harus bisa memilih buku / ebook saham yang mengarah langsung pada strategi trading yang simpel, sehingga bisa anda terapkan secara langsung untuk trading dan memilih saham yang potensial. 

Sehingga dengan adanya buku saham, anda bisa praktik trading dan tidak hanya belajar teori.  Di web Saham Gain, anda juga bisa mendapatkan ebook-ebook trading dan investasi saham yang mengarah langsung pada praktik dan strategi2 trading yang mudah diterapkan untuk semua level trader, mulai pemula - expert. 

Jadi ebook-ebook saham ini berisi full strategi analisis teknikal, screening saham, swing trading, intraday trading, and of course bisa anda terapkan secara langsung untuk memilih saham yang menguntungkan. Ada 3 ebook untuk trading saham, dan 1 ebook investasi saham (analisis fundamental):     


2. Blog atau website belajar saham 

Saat ini ada banyak blog atau website yang membahas tentang pengetahuan & belajar saham yang bisa anda akses secara free. Jika anda ingin menambah pengetahuan saham, anda bisa searching dan mempelajari website2 yang membahas mengenai belajar saham, trading & investasi. 

Salah satu website belajar saham terlengkap bisa anda pelajari di web sahamgain.com ini. Ada banyak tulisan mengenai pengetatuhan saham mulai dari level pemula, analisa-analisa saham, ulasan market hingga wathclist saham yang bisa anda akses secara free. 

3. Seminar saham

Mengikuti seminar saham bisa menjadi opsi untuk menambah pengetahuan belajar saham. Saat ini ada banyak sekali seminar2 tentang saham. Namun untuk mengikuti seminar saham, anda juga harus menyeleksi seminar saham yang bermanfaat.  

Tips dari saya, pilihlah seminar saham yang benar2 memberikan edukasi saham. Hindari seminar2 dengan judul yang terlalu bombastis dan tidak realistis, misalnya: 

- Ikutilah seminar trading jago analisis teknikal dalam 5 menit
- Ikutilah seminar cara profit 25% dalam waktu singkat
- Hadirilah seminar cara untung di saham hanya dalam semalam 

Jangan sampai anda membuang uang jutaan bahkan puluhan juta untuk membeli seminar2 yang ujung2nya hanya menyuruh anda untuk mengikuti seminar lagi yang harganya lebih mahal. Padahal uang tersebut harusnya bisa digunakan untuk modal trading anda.    

4. Youtube saham 

Youtube saham juga bisa anda gunakan sebagai sarana untuk belajar saham. Anda bisa memilih materi2 saham yang sesuai dengan karakter anda (mengenai belajar pemula atau trading atau investasi saham), sebagai pelengkap anda untuk menambah pengetahuan saham. 

5. Grup-grup saham 

Grup saham dapat menambah pengetahuan anda untuk belajar saham, karena di grup saham, banyak trader yang sharing ilmu dan pengalaman trading. Namun, sama seperti anda mengikuti seminar saham, anda juga harus selektif dalam memilih grup untuk belajar saham. 

Perlu anda ketahui juga, banyak grup saham yang 'disusupi' oleh bandar saham, dan banyak grup saham yang seringkali menebar fear (ketakutan) ketika pasar saham sedang jatuh. Jadi anda harus memilih grup saham yang benar-benar dapat memberikan ilmu trading / investasi untuk anda pribadi. 

6. Orang-orang yang lebih pengalaman di saham

Banyaklah belajar dari orang2 yang sudah pengalaman di saham, entah broker anda, atau mungkin anda punya kenalan trader yang bertahun-tahun trading saham, anda bisa belajar banyak dari mereka. 

Saya pribadi saat masih pemula juga banyak mendapatkan ilmu trading saham dari teman-teman yang lebih pengalaman dan banyak belajar dari broker saya di kantor sekuritas. Cara ini sangat efektif untuk menambah sumber pengetahuan anda tentang saham.  

7. Praktik trading otodidak 

Poin ini yang harus benar-benar anda praktikkan, yaitu praktik trading otodidak. Pengetahuan trading anda akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu jika anda mempraktikkan sendiri cara-cara menganalisa, memilih saham dan trading mandiri. 

Setiap analisa saham, mengamati market, membeli saham, semuanya merupakan bagian dari proses belajar saham. Dari sinilah anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan saham, mulai dari cara memilih saham yang benar, hingga kriteria2 saham yang bagus untuk dibeli. 

Jadi, melalui ebook saham, wesbsite, orang2 yang pengalaman, hal ini akan memudahkan anda untuk menerapkannya ke dalam praktik trading. 

Hal ini seringkali dilupakan oleh kebanyakan trader saham, karena tidak sedikit trader dan investor yang maunya mendapatkan profit instan tanpa praktik dan menganalisa saham secara mandiri. 

Padahal untuk menambah pengetahuan di saham, salah satu kuncinya adalah anda harus menajalaninya sendiri dengan cara belajar saham otodidak. Baca juga: Langkah-langkah Belajar Saham Otodidak.

Itulah 7 sumber pengetahuan saham yang bisa anda gunakan untuk menjadikan anda semakin mahir (bisa mencetak profit) dalam trading saham. 

"Bung Heze, dari sekian banyak sumber pengetahuan belajar saham, manakah opsi pengetahuan belajar saham terbaik menurut Bung Heze?" Tanya anda. 

Jawaban ini tentu variatif. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, mempelajari saham melalui buku saham, website saham, dari orang2 yang lebih pengalaman serta mempraktikkan trading mandiri itulah cara terbaik yang saya lakukan supaya bisa mencetak profit di saham. 
Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak pilihan saham yang bisa anda beli. Namun, dengan modal yang terbatas, anda harus bisa memilih beberapa saham yang bagus untuk dibeli. 

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader: "Pak Heze, seperti apa kriteria saham yang bagus untuk dibeli? Karena seringkali saham yang saya beli harganya selalu turun terus".

Dalam dunia saham, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan dalam konteks yang terlalu luas. Kriteria saham yang bagus sebenarnya cukup objektif. Setiap dari anda pasti memiliki kriteria, standar, tipe trading yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga bisa saja kriteria saham bagus anda dengan trader lainnya berbeda. 

Tetapi ada beberapa analisis dan pertimbangan yang perlu anda lakukan agar anda bisa mengetahui kriteria saham-saham apa saja yang punya potensi menghasilkan profit. Untuk mencari saham yang bagus untuk dibeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Saham yang bagus secara teknikal 

Saham yang bagus secara teknikal adalah saham-saham yang layak dan bagus untuk dibeli, khususnya untuk trading saham. Ada banyak pola analisis teknikal yang menggambarkan kecenderungan suatu saham.

Analisis teknikal yang terbentuk pada grafik saham, dapat menggambarkan kecenderungan / psikologis market saat itu. Ada banyak pola analisa teknikal yang mencerminkan potensi naiknya saham seperti support-resisten psikologis,  kombinasi candlestick-indikator, chart pattern. 

Selain itu, anda juga bisa pertimbangkan untuk memilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon yang berpotensi naik, bisa anda pelajari strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Saham yang likuid

Saham likuid merupakan saham yang lebih bagus dan risikonya kecil, karena saham likuid pergerakan harganya lebih stabil, lebih banyak ditradingkan (sehingga naik turunnya lebih jelas, pola2 teknikalnya juga mudah dianalisa), dan psikologis trader akan lebih tenang jika membeli saham2 likuid. 

Saham likuid contohnya seperti saham2 LQ45, yaitu saham2 yang bid-offernya tebal, banyak ditradingkan, grafik harga sahamnya membentuk pola2 yang jelas. 

Sebaliknya, saham yang tidak likuid, adalah saham2 yang berisiko untuk dibeli. Walaupun saham tersebut punya peluang naik puluhan persen sehari, namun risiko untuk jatuh puluhan persen sehari juga cukup besar. 

Jadi di dalam memilih saham bagus, konsepnya jangan terbalik. Banyak trader yang membeli saham tidak likuid karena beranggapan saham yang menguntungkan adalah saham yang bisa naik cepat. 

Anggapan seperti ini kurang tepat. Kalau anda benar2 ingin mencari saham yang bagus untuk ditradingkan, bahkan disimpan dalam waktu tertentu, pilihlah saham2 yang likuid. 

3. Saham yang perusahaannya bagus secara fundamental 

Saham yang bagus untuk dibeli adalah saham yang perusahaannya yang punya kinerja bagus dan mapan. Artinya, peran analisis fundamental sangat penting untuk mencari saham-saham yang layak dibeli. 

Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sehat, valuasi saham wajar, membagikan dividen rutin, unggul di sektor industri adalah kriteria saham yang bagus untuk dibeli. Perusahaan2 di Bursa Efek yang mempunyai kinerja bagus dan unggul di sektor industri antara lain BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ICBP dan lain2. 

Jadi kalau anda punya tujuan investasi saham, pilihlah saham-saham bagus berdasarkan analisis fundamental. 

4. Kondisi pasar saham saat itu 

Saham yang bagus (terutama untuk trading jangka pendek), juga harus mempertimbangkan kondisi market saat itu. Pasar saham yang sedang bearish, membuat banyak saham yang harganya turun terus, demikian juga sebaliknya. 

Jadi menentukan saham mana yang ingin anda beli, anda juga harus mempertimbangkan kondisi market. Kalau market sedang jelek, sangat mungkin saham-saham yang likuid harganya masih turun terus. 

Sebagai trader / investor saham, anda juga harus memperhatikan momentum trading, melakukan manajemen modal yang benar, karena saham-saham yang bagus untuk dibeli seringkali tercipta dari kombinasi analisa dan momentum trading yang tepat.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di pos ini. Melalui tulisan ini, harapannya anda sudah memiliki acuan / pedoman untuk menyeleksi secara mandiri saham-saham yang bagus untuk dibeli.