Dampak Virus Corona terhadap Pasar Saham

Dampak Virus Corona terhadap Pasar Saham

Epidemi virus corona yang melanda dunia pada awal tahun 2020 menyebabkan penurunan yang nyata di pasar saham. Virus corona pertama kali menyebar di Wuhan, China. Namun, penyebaran virus corona terus menyebar ke luar negeri dan berdampak juga di Indonesia. 

Sebenarnya, virus Ebola, virus Sars tahun 2002 dan virus Mersi juga pernah mengejutkan kita sebelumnya. Namun harus saya akui bahwa virus corona kali ini “berbeda” dan benar-benar membuat panik publik dan dunia, sehingga dampaknya terhadap pasar saham sangat besar. Ya, karena kita tahu penyebaran virus corona sangat mudah dan cepat melalui kontak dengan orang lain yang membawa virus tersebut. Itu membuat orang lebih sadar akan epidemi. 


Penurunan IHSG saat wabah Virus Corona

Jatuhnya IHSG saat wabah virus corona Sehingga saya sering mendapat pertanyaan seperti: “Pak Heze, kenapa virus Corona menyebabkan IHSG crash? Apa pengaruh virus corona terhadap IHSG? efek ke IHSG tidak terlalu besar?" " 

Pertama, merebaknya virus corona dapat mengguncang dunia bisnis (ekonomi global), sehingga ketika ekonomi negara melambat atau melambat, investor saham akan memikirkan kembali investasinya di saham. Investor tentu menunggu situasi ekonomi membaik, baru berani berinvestasi. 

Kedua, wabah virus corona telah menyebabkan negara-negara menghentikan/mengurangi impor barang dari Tiongkok. Dan Indonesia mewujudkannya. Impor Indonesia ke China turun sekitar 51% dalam sebulan setelah wabah virus corona, menurut Bea dan Cukai Indonesia. Perusahaan di Indonesia cukup banyak yang bahan bakunya berasal dari China. Jika impor dari China berkurang drastis, hal ini akan sangat mempengaruhi operasional dan omzet perusahaan. 

Ketiga, kegiatan usaha terhambat. Ada banyak contoh yang kita lihat setiap hari. Perhatikan maskapai penerbangan, perusahaan jasa (yang menawarkan tiket pesawat), yang omzetnya sudah mulai berkurang, karena banyak yang sudah dinonaktifkan selama beberapa waktu. Di sekitar Anda, Anda dapat menemukan banyak perusahaan yang omzetnya menurun, PHK akibat dampak virus corona membuat perusahaan tidak dapat bekerja secara maksimal 

Selain itu, berbisnis antar negara semakin sulit. Sehubungan dengan wabah virus corona, mobilitas orang (melakukan sesuatu antar negara) juga terhambat. Efek dari virus corona diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi China, dan tentunya juga akan mempengaruhi hubungan dagang dengan negara lain. Jadi sebenarnya dunia bisnis, dunia ekonomi transnasional saling berhubungan Jadi, ketika ekonomi beberapa negara (terutama negara besar seperti China dan Amerika Serikat) menurun, itu juga mempengaruhi perekonomian. . dari negara lain termasuk Indonesia. 

Dan pada akhirnya akan berdampak pada pasar saham juga. Ya, agar Indonesia dan negara lain memiliki hubungan yang saling menguntungkan dalam kerjasama ekonomi, investasi dan perdagangan. Kami melakukan banyak operasi impor dari China, seperti impor baja, impor aluminium, mesin dan lain-lain. 



Indonesia import from China - Klik gambar untuk memperbesar. Sumber : Cnbcindonesia.com Dan semua itu kembali lagi... Ketika perekonomian negara terganggu, maka berdampak pula pada Indonesia. Akibatnya, banyak perusahaan gagal membukukan laba bersih dan pendapatan seperti yang diharapkan, sehingga investor saham mempertimbangkan untuk membeli saham di Indonesia. Jadi dengan postingan ini kita semua mengerti efek virus corona di pasar saham. Efeknya sangat besar, tidak main-main. Kita lihat IHSG jatuh karena wabah virus corona.

Tapi tentu saja kita lulus ujian. Ada saatnya IHSG turun, ada saatnya IHSG dan ekonomi kembali menang. Jika kita menghadapi emosi negatif dan berita yang sangat mempengaruhi pasar saham, maka rasio perdagangan dan pembelian saham harus dikurangi.
Ekonomi Dunia dan IHSG

Ekonomi Dunia dan IHSG





Naik turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Padahal, kenaikan atau penurunan persediaan tergantung pada jumlah permintaan dan penawaran. Tapi ini adalah teori yang sangat mendasar. 

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Anda percaya bahwa ketika pedagang membeli saham ada lebih banyak permintaan daripada penawaran dan sebaliknya adalah salah satu faktor yang sangat menentukan 

Kita sering ditanyai pertanyaan seperti: "Apa hubungan antara harga saham dan ekonomi suatu negara? Bisakah Anda membuat dampak?" Sekarang bayangkan Anda adalah seorang investor ekuitas. Anda ingin berinvestasi di saham perusahaan besar Indonesia yang menjanjikan.

 Sebagai investor ekuitas, apakah Anda berani menginvestasikan modal dalam jumlah besar di saham? Atau sebaliknya. Saya ingin berinvestasi saham. Dan pada saat itu, ekonomi sedang bagus, keuntungan perusahaan meroket, dan perusahaan berjalan dengan baik. Tentu saja, ketika kondisi ekonomi baik, tidak ada keraguan bahwa orang akan menginvestasikan lebih banyak modal di saham daripada ketika kondisi ekonomi buruk. 

Pasar modal/pasar saham merupakan salah satu indikator keadaan ekonomi suatu negara. Ketika harga saham terus turun, itu menandakan ada yang tidak beres dengan perekonomian negara. Ketika perekonomian sedang bergejolak, investor dan pedagang saham pasti memilih untuk menjual saham di pasar saham, sehingga harga banyak saham terus turun dan sebaliknya. Sudah banyak bukti bahwa harga saham adalah ukuran kesehatan ekonomi suatu negara.

Saya ingat krisis ekonomi tahun 1998 dan market crash tahun 2008 (IHSG turun 60%) menyebabkan harga saham turun. Hal ini karena perekonomian Indonesia dan global saat itu sangat ketat, dan banyak investor ekuitas menjual sahamnya dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian pula di tahun 2020, di saat wabah virus corona, sektor bisnis terhambat, impor dan ekspor terhambat, dan banyak perjalanan bisnis terhenti, yang tentunya berimbas pada perekonomian negara, turun 39% dalam tiga bulan pertama. Tentu saja, ini bukan pengurangan yang wajar. Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi pada tahun 1998-1999, IHSG kembali naik pesat, banyak investor membeli saham, dan banyak orang kembali ke pasar saham. Oleh karena itu perekonomian negara sangat erat kaitannya dengan pergerakan pasar saham. 

"Riset Situasi Pasar dan Sentimen (Terutama yang Berkaitan dengan Berita Bisnis)" 

"Analisis Fundamental, Terutama Riset Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro" 

Ya, tentang posting ini kami menemukan ekonomi Negara "benang merah" antara situasi dan harga saham. Oleh karena itu, saat mempelajari saham, seseorang tidak boleh lalai mempelajari situasi ekonomi negara dan sentimen yang muncul di pasar saham.


Cara Memilih Investasi yang Tepat - Pengalaman Investasi

Cara Memilih Investasi yang Tepat - Pengalaman Investasi

Jangan mudah tertipu dengan potensi keuntungan (return) investasi. Kalimat ini penting untuk anda terapkan terutama kalau anda mulai mencoba instrumen investasi, apapun itu baik investasi saham, reksadana, obligasi ataupun investasi2 lainnya. 

Mengapa? Karena return dari investasi atau saving yang ideal dalam setahun adalah di kisaran 5-6%. Contohnya adalah return deposito yang rata-rata returnnya di kisaran 5-6% dengan tingkat risiko yang rendah / kecil. 

Nah, kalau anda menemukan return dari instrumen investasi / saving tertentu yang diatas itu, khususnya return investasi hingga 10% keatas dalam setahun, hal tersebut pasti akan "diimbangi" dengan unsur risiko yang lebih tinggi. 

Contoh konkritnya adalah INVESTASI SAHAM. Dalam investasi saham, anda bisa mendapatkan return besar bahkan diatas 10% per tahun, namun tentu risiko dalam investasi saham lebih tinggi dibandingkan return deposito (yang returnnya "cuma" sekitar 5-6% per tahun). Risiko di saham yang utama adalah risiko fluktuatif harga saham. 

Jadi kalau anda menemukan instrumen investasi yang menawarkan return sampai diatas 10% per tahun bahkan per bulan tanpa / bebas risiko, anda harus waspadai investasi semacam itu. Bahkan ada baiknya anda hindari. 

Ingat bahwa return investasi / saving akan selalu sebanding dengan unsur risiko. Satu hal lagi, sebelum memutuskan investasi, cek juga apakah ada izin resmi investasi (terutama dari Otoritas Jasa Keuangan). 

Saat ini  ada banyaaaak sekali tawaran-tawaran investasi (dengan berbagai macam nama) yang menjanjikan return besar, cepat, bebas risiko. Teman-teman harus lebih mampu menyeleksi investasi-investasi yang berkualitas. 

Setiap bulan, setiap tahun selalu muncul investasi-investasi yang menawarkan return yang tidak logis (return besar bebas risiko), dan selalu banyak investor pemula yang terjebak dengan investasi bodong tersebut. Maka dari itu, untuk memilih investasi yang tepat, ada baiknya anda perhatikan hal2 berikut:

1. Untuk menghasilkan keuntungan dari investasi, setiap instrumen investasi harus anda pelajari. Intinya, milikilah pengetahuan dalam berinvestasi. 

Misalnya, saya pribadi. Dalam berinvestasi saya pribadi, lebih memilih untuk menjadi seorang investor & trader saham. Untuk mendapatkan profit di saham, saya harus memahami analisis teknikal, analisis fundamental, analisis market, bandarmologi. 

Kalau saya tidak memahami analisis2 yang dibutuhkan untuk mendapatkan profit, dan hanya berharap dapat profit instan, tentu saja saya tidak akan bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal di saham. 

Demikian juga dengan instrumen investasi lainnya. Kalau anda ditawari investasi dengan return sampai 10% per bulan, anda harus PELAJARI apa risiko investasi tersebut? Kalau sama sekali nggak ada risikonya, apalagi tidak ada izin resmi OJK, sebaiknya hindari jenis investasi seperti itu. Trust me. 

2. Utamakan rasionalitas dalam investasi 

Seperti yang saya paparkan tadi, bahwa return dan risiko investasi itu berbanding lurus. Jadi kalau anda diberikan tawaran2 investasi yang keuntungannya menggiurkan, dengan iklan-iklan yang bombastis (bisa kaya dalam setahun, passive income cepat kaya), ada baiknya anda hindari investasi2 seperti itu. Selalu pelajari unsur risiko sebelum investasi. 

Well, dengan semakin berkembangnya teknologi dan instrumen investasi, saya yakin penipuan2 dalam investasi pasti semakin banyak. Tapi kalau kita punya pengetahuan yang benar, mau sebanyak apapun penipuan2 investasi, sebenarnya itu nggak akan berpengaruh untuk kita.

Saat ini sudah nggak zaman lagi kita tertipu dengan investasi abal-abal. Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas berinvestasi dan selalu memiliki pengetahuan sebelum memutuskan investasi di instrumen tertentu. 

Apa yang saya paparkan di pos ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan observasi pribadi (karena saya sendiri juga trading dan investasi saham), sehingga saya sering mengamati setiap perkembangan instrumen investasi yang beredar. 
Kunci Sukses Trading Harian Saham

Kunci Sukses Trading Harian Saham

Strategi trading saham ada bermacan-macam. Dan salah satu strategi trading yang cukup banyak dipraktikkan trader untuk meraih keuntungan jangka pendek adalah trading harian saham alias INTRADAY TRADING. 

Namun di satu sisi, intraday trading seringkali "menjebak" mindset trader. Tidak sedikit trader yang ingin mencoba intraday trading dengan tujuan ingin cepat kaya dari saham. Mindset-mindset seperti pada akhirnya hanya akan mengarahkan trader pada tindakan gambling. 

Padahal kalau intraday trading dilakukan dengan cara yang benar, anda bisa mendapatkan profit yang maksimal, dan konsisten. Intraday trading sangat bagus untuk anda yang ingin menerapkan trading cepat, dan tidak ingin hold saham terlalu lama.


Untuk anda para trader harian (intraday trading), anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar anda bisa mencetak profit yang lebih konsisten. Poin-poin ini seringkali dilewatkan oleh para trader saham: 

1. Memilih saham yang layak untuk trading harian 

Kalau anda swing trader, pilihlah saham yang bagus untuk swing trading. Kalau anda trader harian, pilihlah saham yang bagus untuk trading harian. Jang memilih saham yang volatilitasnya liar dan sulit dianalisa dengan analisis teknikal.


Dalam intraday trading, anda hendaknya memilih saham-saham yang mudah naik secara stabil dalam jangka pendek, saham2 yang likuid pergerakannya, saham2 yang punya pergerakan harga yang wajar dan volatilitasnya bagus. 

Ketika anda memilih saham2 yang punya pergerakan baik dan menganalisa, maka disitulah anda akan mendapatkan peluang profit yang lebih baik, ketimbang anda membeli saham2 yang berisiko tinggi untuk trading harian. 

Trading harian memiliki frekuensi trading dan memantau market yang lebih sering. Oleh karena itu, jangan membuat diri anda stres dengan membeli saham2 yang risikonya tinggi.

2. Mengelola modal 

Banyak trader harian yang ketagihan membeli saham ketika bisa mendapatkan profit dalam waktu singkat. Sehingga hal ini membuat trader jadi lupa untuk mengelola modal (manajemen modal) dengan benar. Karena ketagihan dapat profit harian, trader kerap kali membeli banyak saham di portofolio tanpa pertimbangan yang baik, akhirnya justru saham trader menjadi nyangkut. 

Jadi di dalam mengelola modal untuk trading harian, sebaiknya anda pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Jangan menggunakan margin trading
- Beli 1-2 saham maksimal dalam sehari
- Utamakan membeli saham yang punya pergerakan bagus 
- Tetap sisakan cash balance (jangan semua modal dipakai trading harian)

3. Mengontrol emosi trading 

Tidak bisa dipungkiri bahwa dapat untung cepat di saham sangat menyenangkan untuk seorang trader. Namun walaupun demikian, anda harus tetap mengontrol emosi trading. 

Tanpa emosi trading, trading harian bisa menjadi gambling dan menimbulkan risiko yang sangat berbahaya untuk seorang trader. Dalam mengontrol emosi untuk trading harian, anda harus pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Memasang target trading yang realistis 
- Jika sudah profit, pertimbangkan untuk mengurangi trading (istirahat)
- Jangan beli trading hanya karena anda ingin untung cepat
- Tetap menganalisa sebelum beli saham

Poin-poin diatas ini sering diabaikan oleh trader-trader harian. Maka dari itu, kalau anda merasa melewatkan poin2 penting ini, anda harus segera mengevaluasi trading anda. 

Sukses dalam trading harian sangat ditentukan dari kemampuan trader dalam mengontrol emosi, karena trading harian identik dengan 'keakraban' trader melihat fluktuatif harga jangka pendek. Tanpa kontrol emosi yang baik, profit anda tidak akan berjalan dengan maksimal. 

Jadi kunci sukses trading harian saham ditentukan oleh: Analisa saham yang benar, manajemen modal dan kemampuan anda mengontrol emosi trading. Anda yang ingin trading harian, selalu aplikasikan poin2 tersebut di dalam aktivitas trading anda. 
Apa Target Trading Saham Anda?

Apa Target Trading Saham Anda?

Apa target utama anda ketika memutuskan untuk trading saham? 

"Tentu saja dapat profit, dapat duit dari saham pak" Jawab anda.

Semua trader pasti ingin mendapatkan profit dari hasil tradinngnya. Kita semua membuka akun saham dan memutuskan untuk beli saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham. 

Tapi kalau target trading saham anda "hanya" untuk mendapatkan untung, saya rasa itu terlalu luas dan mainstream.

Karena kalau anda "hanya" ingin dapat profit, anda mungkin akan fokus untuk memperoleh profit tanpa peduli dengan cara-cara dan proses trading saham yang baik. 

Dalam trading saham, anda bisa meraih profit dengan banyak cara. Banyak trader saham yang mencoba memperoleh profit dengan cara membeli software-software yang mahal, membeli saham dengan cara mengikuti trader-trader yang lebih pengalaman tanpa perlu melakukan analisa trading lebih dalam. 

Banyak trader yang rela membayar mahal untuk mengikuti seminar2, grup2 premium dengan harapan targetnya tercapai: Dapat profit dari saham dengan cara yang cepat tanpa perlu menganalisa saham sendiri.

Tetapi apakah dengan membeli saham tanpa menganalisa hal ini bisa meghasilkan profit yang maksimal? Bukankah cara-cara tersebut justru meningkatkan risiko trading yang lebih besar? 

Maka dari itu, dalam menetapkan target trading, anda juga harus memasang mindset trading yang benar. Semua trader menginginkan dapat profit dari saham, namun profit itu adalah HASIL AKHIR yang anda dapatkan. 

Untuk mendapatkan hasil akhir (profit) tersebut, anda harus melalui proses-proses trading. Kalau anda bisa berproses dengan benar, profit trading pasti akan anda dapatkan.   

Intinya, kalau anda ingin bisa profit di saham, anda harus merasakan sendiri bagaimana terjun di dunia saham. Anda harus merasakan sendiri situasi trading, memahami situasi pasar saham (baik saat bullish maupun bearish), pahami sendiri bagaimana cara menganalisa saham. Profit akan anda dapatkan jika anda mempraktikkan poin-poin tersebut. 

Ibarat anda ingin jago di suatu bidang, maka anda harus mempraktikkan sendiri ilmu yang ada di bidang tersebut. Kalau anda ingin bisa menjadi dokter spesialis yang handal, ya anda harus sering praktik menangani pasien. 

Anda tidak bisa hanya membaca buku dan mengikuti perkuliahan. Itu semua penting, tapi yang paling penting adalah praktik2 yang anda lakukan sendiri. Analogi ini sama dengan trading saham.

Jadi ada baiknya, target anda dalam trading saham adalah menetapkan target-target sebagai berikut:  

- Bisa menganalisa saham sendiri
- Bisa memilih saham-saham yang menguntungkan 

Dengan kata lain, tetapkan tujuan agar dengan trading saham, anda bisa lebih paham dengan pasar saham, dan anda paham bagaimana cara melakukan dan memilih saham yang bagus.  Kalau anda punya tujuan2 tersebut, anda pasti bisa mendapatkan profit trading, dan anda paham bagaimana mengelola risiko, modal di dalam trading. 

Dari trading saham, anda mungkin juga punya target untuk mendapatkan penghasilan tambahan, membiayai kuliah / sekolah anak anda, bisa membeli barang-barang kebutuhan tersier dan lain-lain. 

Target tersebut sah-sah saja. Tapi sekali lagi untuk mencapai target-target tersebut, anda harus bisa memilih saham secara mandiri. 

Namun jika anda hanya target dapat profit banyak di saham, maka kemungkinan besar anda akan berusaha mendapatkan profit dengan cara-cara instan (membeli saham tanpa analisa, mengandalkan software saham untuk mencetak profit). 

Hal ini banyak sekali dialami oleh para trader. Tidak sedikit trader saham yang bangkrut, kecewa (karena harapan profit tidak sesuai kenyataan di pasar saham), menyalahkan pasar saham karena trader hanya ingin dapat profit, tanpa menetapkan target untuk menjadi trader mandiri yang bisa membaca analisa saham dengan baik sesuai versinya. 
Fakta-Fakta Trading Saham yang Tidak Disadari

Fakta-Fakta Trading Saham yang Tidak Disadari

Kalau anda pembaca setia web MihaNews, tulisan-tulisan yang saya sharing di web ini  biasanya berisi ulasan saham, analisa saham maupun ulasan-ulasan tentang market. Untuk pos kali ini, saya ingin memberikan sedikit hal yang berbeda. 

Kita akan bahas hal-hal dalam trading saham yang seringkali tidak disadari oleh masyarakat awam, bahkan oleh para trader saham itu sendiri. 

Anda perlu mengetahui fakta-fakta tersebut agar kita semua bisa melakukan trading saham dengan cara yang tepat, dan tidak hanya percaya trading saham karena "kata Si A" atau kata Si B". 

Selama menjalankan aktivitas trading maupun investasi saham, ada 5 fakta trading saham yang harusnya dipahami oleh para trader, namun yang tidak menyadarinya. Apa itu? Mari kita bahas. 

1. Sukses di saham tidak membutuhkan akademik yang bagus 

Sampai saat ini, masih banyak anggapan untuk sukses di saham anda harus sekolah jurusan ekonomi, anda harus memiliki nilai akademik yang bagus. Anda harus menjadi pakar ekonomi untuk bisa profit di saham. Banyak anggapan kalau anda tidak sekolah di jurusan ekonomi, anda tidak akan bisa sukses.  

Padahal untuk sukses di saham, anda sama sekali tidak membutuhkan nilai akademik yang bagus. Anda juga tidak perlu sekolah di jurusan ekonomi untuk bisa menjadi seorang trader saham sukses. 

Untuk sukses di saham, yang anda butuhkan adalah: KEMAUAN untuk belajar saham.  Sekali lagi: Kemauan anda. Kalau anda punya kemauan yang kuat, anda mau belajar, anda mau praktik langsung beli jual saham, anda mau meluangkan waktu anda untuk menganalisa saham, itulah sebenarnya kunci sukses anda untuk menghasilkan profit. 

Sudah banyak bukti para trader saham yang sukses, justru mereka bukan berasal dari sekolah ekonomi, atau bahkan mereka tidak memiliki pendidikan akademik yang mentereng. 

 Dunia saham itu sebenarnya adalah pengetahuan umum, dan semua kalangan bisa sukses dan mencetak profit dari trading saham, tanpa memandang status sosial.  

2. Trading saham adalah seni menganalisa 

Banyak anggapan bahwa mendapat profit di saham adalah faktor keberuntungan / hoki, faktor kebetulan, hanya tebak menebak. Faktanya, trading saham itu full seni menganalisa.

Tujuan kita trading saham adalah mencari saham2 bagus yang bisa naik, sehingga memberikan profit. 

Oleh karena itu, anda harus bisa membaca grafik, menganalisis saham dengan benar, mencari kombinasi2 analisis teknikal yang profit, melihat momentum market untuk trading. Semua itu tidak bisa dilakukan hanya dengan ilmu tebak-tebakan. 

Apabila tujuan anda ingin profit di saham secara konsisten dan modal anda bisa berkembang jangka panjang, maka anda harus memahami seni menganalisa saham, baik dengan analisa teknikal, analisa market maupun analisis fundamental. 



3. Anda tidak memerlukan software-software khusus untuk mencetak profit 

Banyak sekali para trader saham yang ingin dapat profit dengan cara membeli software saham khusus 'pencetak profit dan sinyal akurat' dengan harga puluhan juta Rupiah.

Banyak trader beranggapan bahwa software2 saham khusus ini bisa memberikan sinyal saham yang akurat, sehingga bisa memberikan saham-saham yang bagus dan menguntungkan tanpa harus menganalisa saham secara otodidak. 

Faktanya, tidak ada software saham khusus yang bisa memberikan anda profit secara instan. Sangat disayangkan jika anda membuang uang puluhan juta hanya untuk membeli software2 khusus, padahal uang yang anda miliki bisa anda gunakan sebagai modal trading. 

Di dalam trading, sebenarnya anda tidak memerlukan software2 khusus untuk screening yang harganya mahal. Mendapatkan profit di saham harus anda lakukan dengan cara menganalisa saham secara otodidak, dan memahami poin2 penting dalam screening saham & praktik analisis teknikal. 

Dengan cara seperti ini, anda bisa mengetahui saham2 mana yang layak trading dan tidak. Semuanya ini bisa dilakukan melalui software online trading yang sudah anda miliki (akun saham anda dari kantor sekuritas).  



4. Menjadi trader sukses tidak ada batasan waktunya 

Tidak ada batasan waktu untuk menjadi seorang trader sukses. Jika anda sudak trading 1-3 tahun, namun anda belum sukses (profit konsisten), bukan berarti anda tidak bisa sukses.

Kesuksesan dalam trading tidak bisa diukur dari berapa tahun anda trading. Banyak trader yang sudah trading lebih dari 3 tahun, namun belum bisa mencetak profit karena trader tidak memiliki mindset trading yang benar, masih asal memilih saham dan mengharapkan profit instan. 

Jika anda ingin sukses dalam trading, anda tidak perlu mentargetkan berapa tahun anda bisa sukses, supaya hal ini tidak membeani anda. Kalau anda trader lain yang sukses, anda tidak perlu membandingkan diri anda dengan trader lain.  

Kuncinya, banyaklah belajar. Banyak praktik trading, dan sediakan waktu luang anda untuk menganalisa saham. Bahkan di saat pasar saham tutup (closing market), ada baiknya anda sediakan waktu luang untuk menganalisa saham dan utak-atik grafik.

Dengan cara tersebut, anda bisa memahami dan mencari saham-saham yang layak trading lebih baik, sehingga kesempatan anda untuk sukses dalam trading semakin terbuka. Saya sudah mengalaminya sendiri. 

5. Semakin sering beli saham, bukan berarti semakin untung 

Anggapan bahwa semakin banyak anda membeli saham, berarti peluang profit semakin besar adalah anggapan yang kurang tepat. Faktanya, membeli saham dengan frekuensi trading yang teratur, justru akan membuat profit anda lebih maksimal dibandingkan jika anda terlalu sering membeli saham. 

Terlalu sering membeli saham bisa menyebabkan anda mengalami overtrading. Apa itu overtrading? Anda bisa pelajari tulisan saya disini: Cara Mengatasi Overtrading. 

Jadi untuk mendapatkan profit dalam trading, yang anda incar adalah KUALITAS TRADING, bukan KUANTITAS TRADING. Fakta-fakta inilah yang seringkali tidak disadari oleh banyak trader saham. 

Seringkali karena trader ingin dapat profit banyak, cepat dan untung tiap hari, akhirnya trader mengabaikan kualitas trading itu sendiri.


Dari fakta-fakta trading saham diatas, apakah ada yang tidak anda sadari selama ini? Semoga pos ini bisa membuka wawasan trading kita semua, sehingga setiap trader bisa mencetak profit yang maksimal. 
Teknik Dasar Trading Saham

Teknik Dasar Trading Saham

Mayoritas orang yang membuka akun software online trading, umumnya bertujuan untuk TRADING SAHAM (beli jual saham untuk jangka pendek). Namun banyak trader yang tidak paham apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan pasar saham, karena ada banyak harga saham yang bergerak. Di satu sisi, anda harus memilih beberapa saham saja yang menguntungkan.

Maka dari itu, sebagai trader saham anda tidak disarankan trading / membeli saham jika anda belum memahami ilmu trading saham, yaitu cara-cara untuk mencari saham yang bagus. 

Sebelum trading, pahamilah terlebih dahulu teknik dasar trading saham supaya anda bisa memilih saham yang bagus untuk dibeli. Apa saja teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai? Mari kita bahas. 

1. Membaca grafik 

Kalau tujuan anda trading saham, maka anda harus paham cara membaca grafik saham. Grafik saham dasar yaitu kemampuan anda untuk membaca: Candlestick, indikator dasar (umum), support resisten dan analisis tren. Kalau anda bisa membaca grafik, anda akan lebih mudah untuk menyeleksi saham2 yang berpotensi naik. 

Untuk anda yang ingin trading namun belum paham ilmu membaca chart, pahami dan pelajari dahulu cara membaca grafik saham yang benar. 

2. Memahami bid-offer saham 

Bid offer adalah teknik dasar untuk trading saham. Kalau anda tidak bisa membaca dan menginterpretasikan bid offer untuk trading, anda akan kebingungan menentukan harga saham yang harus anda beli saat itu. 

Bid offer merupakan antrian harga saham. Jika anda paham antrian saham yang benar, anda tidak akan salah menempatkan order beli dan jual saham anda. 

Kalau anda membaca grafik (chart) saham, hal ini juga harus diimbangi dengan kemampuan anda untuk membaca bid-offer, karena bid-offer juga bagian dari candlestick. Cara-cara membaca bid-offer pernah saya bahas disini: 

Jika anda adalah tipikal trader harian (anda ingin beli dan raksaham dalam waktu 1-2 hari saja), maka analisis bid-offer harus anda pahami, karena bid-offer juga bisa digunakan untuk mencari saham-saham yang bagus dalam jangka pendek untuk intraday trading. 

3. Analisis teknikal lanjutan (Analisis teknikal untuk strategi trading) 

Setelah anda memahami cara-cara dasar membaca grafik dan membaca bid-offer, anda harus memahami analisis teknikal lanjutan. Analisis teknikal lanjutan adalah: Analisa chart pattern, pola-pola candlestick, praktik indikator untuk trading. 

Anda harus mulai mempraktikkan kombinasi analisis teknikal yang simpel yang dapat menghasilkan profit karena analisis teknikal itu ada banyak. Ada analisis teknikal yang mudah untuk digunakan, ada analisis teknikal yang sangat rumit penerapannya. 

4. Screening saham

Screening saham artinya MEMILIH SAHAM. Memilih saham adalah teknik dasar trading saham. Hal ini karena sebagai trader pemula sampai anda menjadi trader yang expert, anda harus bisa menyeleksi beberapa saham yang menguntungkan dari ratusan jumlah saham di Bursa Efek. 

Banyak trader pemula yang tidak tahu harus membeli saham apa, karena trader tidak mempelajari analisa-analisa untuk screening (memilih) saham. Jadi, mempelajari analisis teknikal juga harus dibarengi dengan pemahaman dan praktik screening saham yang benar. 

Itulah 4 teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai sebelum memutuskan untuk trading saham. Percayalah, kalau anda sudah memiliki basic dan paham cara mempraktikkan trading saham yang benar, anda bisa memilih saham berdasarkan analisis dan pertimbangan yang lebih baik, bukan hanya sekedar gambling. 
Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pada saat pasar saham sedang naik (bullish), banyak trader saham yang semangat, euforia, optimis, dan ingin terus mempelajari pasar saham supaya bisa memaksimalkan profit. 

Namun jika yang terjadi sebaliknya, di mana pasar saham sedang lesu, saham-saham berjatuhan, indeks saham luar negeri jatuh, banyak trader saham yang mulai pesimis, tidak mau belajar saham, malas melihat market.   

Oke, nggak ada salahnya kalau saat market turun anda "tutup laptop" sementara, karena saat itu nggak ada saham bagus untuk ditradingkan. 

Bayangkan kalau IHSG lagi jatuh, dan sehari bisa turun sampai 3% lebih. Saya rasa, saya pun juga nggak akan beli saham pada saat-saat seperti itu. Strategi "tutup laptop" saat market sedang jatuh, atau harga saham turun sebenarnya juga merupakan cara untuk refreshing. 

Daripada kita stress melihat saham2 pada turun, mendingan kita lupakan sejenak pasar saham dan lakukan aktivitas yang lain. 

Tapi bukan berarti kita hanya mau belajar saham, memperdalam analisis untuk trading & investasi hanya ketika pasar saham lagi bagus, ketika banyak trader euforia, ketika banyak sentimen positif. 

Pada saat harga saham sedang turun, entah turun karena koreksi, ataupun karena ekonomi sedang lesu, saya sering sekali mendengar kalimat-kalimat seperti berikut: 

"Percuma belajar saham. Harga saham turun terus".

"Analisis teknikal sama fundamental tidak akan berguna kalau pasar saham masih turun." 

"Nggak ada gunanya analisis teknikal dan fundamental, masih kalah sama bandar".

"Naik turunnya saham tergantung bandar. Percuma mempelajari analisis saham, kalau bandar mau naikkan saham ya pasti naik. Kalau mau turunin saham, trader ritel nggak akan bisa apa-apa" 

Namun ketika harga saham lagi naik-naiknya, mulai banyak trader yang optimis. Nah, kalau anda memiliki mindset seperti ini, ujung-ujungnya anda hanya akan siap menghadapi market bullish, tetapi tidak siap saat harus berhadapan dengan market yang turun secara tiba-tiba.

Belajar saham yang benar bukan cuma dilakukan ketika pasar saham lagi bagus. Dalam keadaan apapun, sebenarnya selalu ada hal-hal yang bisa anda pelajari dari pasar saham, di mana ilmu tersebut bisa anda gunakan di kemudian hari.

Pada saat pasar saham naik, anda bisa belajar untuk memaksimalkan profit, mengontrol euforia, belajar menetapkan target profit, belajar menyeleksi saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Pada saat pasar saham koreksi (turun) normal, anda bisa belajar untuk memilih dan screening saham-saham mana saja yang sudah diskon yang punya potensi rebound.

Pada saat pasar saham lesu, anda bisa belajar untuk membaca kondisi market, membaca pertanda market yang akan turun, mempelajari saham-saham apa yang sudah undervalue atau yang murah secara teknikal, mempelajari siklus market dan manajemen modal untuk "curi start" di harga bawah. 

Dengan demikian, anda bisa bertahan dalam kondisi market apapun, baik saat bullish maupun bearish. Belajar saham yang benar ini adalah kunci anda untuk mendapatkan PROFIT KONSISTEN di saham. 

Hal ini sudah saya alami secara pribadi. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin sharing pada anda semua, agar setiap trader mau melakukan proses pembelajaran di pasar saham, dan bukan hanya bersedia belajar / optimis saat market lagi bagus saja. 

Kesimpulannya, belajar saham yang benar dilakukan dengan cara: Mau mempelajari setiap kondisi pasar saham, dan bersedia untuk tetap menganalisis, baik kondisi market naik maupun turun. 

Di setiap momen yang terjadi di pasar saham, selalu ada pembelajaran yang bisa diambil dan praktikkan untuk keputusan trading anda. 

Satu hal lagi, saya ingin tekankan bahwa belajar saham bukan berarti anda harus membeli saham. Dalam kondisi market turun, bukan berarti anda harus beli saham. 

Wait and see, menganalisis, screening tanpa memutuskan untuk beli saham juga merupakan bagian dari belajar saham. 
Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham




Mempelajari pergerakan harga saham sangat penting untuk anda pahami. Sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi anda untuk langkah trading / investasi selanjutnya. 

Pergerakan harga saham yang saya maksud di pos ini adalah: Pergerakan IHSG. Yup, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG ini sangat menentukan reaksi pasar, reaksi anda juga. 

Kalau IHSG anjlok, banyak yang panic selling, takut, pesimis. Kalau IHSG sedang bagus, banyak yang optimis, euforia, beli saham lebih banyak. 

Jadi anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan lebih dalam lagi: Memahaminya. Kalau anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), anda bisa terbawa reaksi market yang salah (panic selling). 


Pergerakan IHSG bisa dianalogikan dengan "bola basket yang dilempar dari ketinggian tertentu". Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar berikut ini: 

Analogi pergerakan harga saham
Coba anda lempar bola basket katakanlah dari ketinggian 5 meter. Setelah bola jatuh, bola tersebut pasti akan memantul kembali. Analogi kedua, sekarang coba anda lempar bola basket dari tempat yang lebih tinggi, yaitu dari ketinggian 10 meter.

Baik anda melempar bola dari ketinggian 5 maupun 10 meter, bola tersebut pasti akan memantul lagi. Tetapi kekuatan pantulannya akan berbeda. Bola yang dilempar adri ketinggian 10 meter akan memberikan pantulan bola basket yang jauh lebih tinggi dibandingkan bola yang dilempar dari ketinggian 5 meter. 

Untuk memudahkannya, perhatikan dua gambar diatas. Gambar pertama, bola basket dilempar dengan ketinggian rendah. Dan gambar kedua, bola basket dilempar dari tempat yang lebih tinggi. Bola basket yang kedua (dilempar dari ketinggian yang lebih tinggi), akan menghasilkan pantulan yang lebih besar daripada yang pertama. 

Nah, analogi ini sama seperti pergerakan harga saham (IHSG). Semakin dalam IHSG turun, maka ketika IHSG, pasar saham pulih, IHSG akan naik (memantul) semakin tinggi, semakin cepat. 

Sebaliknya, kalau IHSG turunnya hanya sedikit, maka kenaikan atau reboundnya pun tidak akan setinggi saat IHSG turun banyak. 

Apa buktinya? 

Kita sudah beberapa kali menghadapi IHSG turun tajam, bahkan crash market, yaitu pada tahun 1998, 2008 dan 2015 (bukan crash market). Namun ketika market pulih, kenaikan IHSG benar-benar fantastis, banyak saham bagus yang naik puluhan-ratusan persen dalam waktu beberapa bulan. 

Bahkan setelah kejadian2 tersebut, IHSG selalu berhasil membentuk all time high. Contohnya seperti tahun 2015, di mana setelah IHSG turun sekitar 24% selama 6-7 bulan, IHSG dalam 2-3 tahun setelahnya, membentuk all time high diatas 6.500. 

Konsep ini juga berlaku sebaliknya, saat IHSG naik. Kalau IHSG sudah naik sangat tinggi (overvalued), dan IHSG sudah mulai stagnan, saat-saat itulah anda harus mulai waspada dan kurangi beli saham. 

Semakin tinggi IHSG naik, jatuhnya juga semakin tajam. Yup, konsep ini berlaku sama seperti analogi gambar diatas tadi, namun sebaliknya. 

Ini sebenarnya adalah konsep pergerakan harga saham yang sangat dasar, namun banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini karena banyak trader saham yang pesimis, bahkan menebar fear di saat-saat IHSG sedang jatuh. 

Trader-trader banyak yang terbawa 'arus' panic dan ketakutan di market. Sehingga, justru ketika peluang datang, trader / investor tidak bisa melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk meraih profit yang sangat besar. 

Jadi dengan memahami konsep pergerakan harga saham ini, diharapkan kita semua bisa melihat peluang-peluang yang ada di market, termasuk menjadi trader yang lebih waspada. Artinya, kita bisa menjadi lebih peka terhadap kondisi pasar saham. 

Tentu saja, untuk membaca market yang berpotensi jatuh, atau market yang sudah overvalued, anda harus menganalisis, baik dengan pendekatan analisa fundamental maupun analisa market. 

Tapi tentu itu semua bisa anda lakukan kalau anda sering praktik trading, menganalisa market, dan belajar saham secar otodidak. Sebagai pemain saham, itu adalah tugas kita. 
Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus




Menguasai analisis fundamental saham harus dapat anda terapkan untuk para trader maupun investor jangka panjang. Terutama kalau anda bertujuan investasi saham, maka analisis fundamental adalah senjata utama anda untuk memilih saham yang berkualitas. 

Jika anda ingin investasi jangka panjang (membeli saham dan disimpan selama minimal diatas 6 bulan), maka anda harus bisa menyeleksi saham-saham apa saja yang dapat menghasilkan potensi profit dalam jangka waktu yang panjang. 

Artinya, inti dari analisis fundamental adalah mencari perusahaan bagus, yaitu perusahaan yang memiliki: 

- Kinerja keuangan mapan
- Tren laba bersih naik dalam 5 tahun terakhir
- Sebisa mungkin menjadi leader di sektor industri
- Sektor usahanya berkembang & diminati masyarakat
- Memiliki historis tata kelola perusahaan yang bagus / positif 

Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, mapan, sahamnya akan selalu diminati oleh investor, sehingga saham-saham seperti ini akan mudah naik saat pasar saham pulih dari strong bearish, dan cenderung memiliki pola uptrend dalam jangka panjang. 

Sebagai tambahan, di dalam analisis fundamental, selain mencari perusahaan bagus, memahami harga wajar dan valuasi saham juga sangat penting sebagai dasar keputusan untuk membeli saham di harga yang murah (undervalue) dan wajar. 


Perusahaan yang bagus secara fundamental bisa anda pilih berdasarkan kriteria industrinya. Ada saham-saham yang tahan banting terhadap koreksi market. Ada saham-saham growth stock. Ada tipikal value stock dan lain-lain. Anda bisa memilih perusahaan2 bagus berdasarkan tipikal anda. 

MENCARI PERUSAHAAN BAGUS SAAT SAHAM TURUN 

Banyak anggapan analisis fundamental itu 'hanya berguna' saat pasar saham lagi bagus, dan tidak akan terlalu bermanfaat ketika market sedang turun, karena saat pasar saham turun, perusahaan2 bagus pun harganya downtrend.

Anggapan2 seperti ini kurang tepat. Analisis fundamental sangat dibutuhkan dalam semua kondisi market, baik saat market bullish maupun bearish. Jika dalam kondisi market bearish anda bisa memilih perusahaan bagus, maka saat market pulih, anda bisa mendapatkan profit berlipat. 

Kalau anda sudah trading / investasi di tahun 2008 atau 2015, anda pasti merasakan bagaimana perusahana2 bagus yang sahamnya jatuh, harganya bisa naik berlipat saat market sudah pulih kembali. 

Sebaliknya, kalau anda beranggapan bahwa analisis fundamental hanya berlaku untuk market bullish, maka kemungkinan besar anda akan membuang peluang-peluang bagus saat harga saham banyak yang murah. 

Disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham, kita juga sudah mempelajari konsep pergerakan harga saham. Dan saham-saham yang perusahaannya bagus itulah yang memiliki peluang bagus saat market sedang turun. 

Jadi di dalam kondisi bearish period, pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental bagus & undervalue. Saham-saham tersebut akan naik cepat saat market sudah pulih dan bahkan menghasilkan return yang jauh lebih maksimal dibandingkan saham2 lapis dua dan lapis tiga.

Kesimpulannya, mencari perusahaan bagus adalah bagian dari analisis fundamental, di mana analisa fundamental harus selalu anda lakukan dalam kondisi market apapun, untuk mencari kesempatan dan peluang emas, sehingga anda bisa memiliki portofolio saham yang berkualitas. 
Teknik Trading Harian Saham

Teknik Trading Harian Saham




Membeli dan menjual saham dalam jangka waktu yang singkat, yaitu beli-jual saham di hari yang sama, atau trading satu - tiga hari merupakan strategi trading harian (intraday) trading. Apakah anda adalah salah satu trader yang menerapkan strategi intraday trading? 

Dalam praktiknya, cukup banyak trader yang menerapkan trading harian, karena tidak sedikit trader saham yang ingin mendapatkan profit jangka pendek dari trading tanpa harus menyimpan saham terlalu lama. 

Tidak heran jika ada banyak strategi dan cara untuk melakukan trading harian (yang mungkin juga sering anda dengar), mulai dari analisa-analisa yang simpel sampai dengan analisis yang rumit. Tidak semua analisis trading harian cocok diterapkan oleh trader dan bisa menghasilkan profit konsisten.  

Di pos ini, saya ingin memaparkan poin-poin dan strategi penting trading harian yang bisa anda terapkan secara umum, untuk semua level trader (pemula sampai expert) dan mudah diaplikasikan secara langsung dalam trading saham.  

Ada poin-poin penting yang tidak boleh anda lewatkan ketika anda menerapkan teknik trading harian saham untuk memilih saham2 yang bagus. Berikut beberapa analisis untuk trading harian saham:

1. Analisis tape reading (bid-offer) 

Setiap kali anda memasukkan antrian harga beli dan jual, anda pasti akan mengamati bid (permintaan beli) dan offer (penawaran jual) saham tersebut. Bid offer sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk analisa saham, khususnya untuk intraday trading, bukan hanya digunakan untuk memasang order. 

Bid dan offer menunjukkan kekuatan / minat beli dan jual yang terbentuk pada suatu saham. Dan bid offer menunjukkan minat pasar yang terjadi atau berlaku di hari / jam perdagangan saham yang sedang berlangsung. 

Oleh karena itu, bid offer bisa digunakan untuk mengambil keputusan trading cepat, untuk melihat apakah suatu saham memiliki potensi ke utara (naik) dalam jangka yang pendek, atau justru saham berpotensi turun dalam waktu cepat. 

Analisa tape reading ini juga dapat dikombinasikan dengan analisis net buy -sell, di mana analisa net buy dan net sell seringkali bisa menjadi penentu naik-turunnya saham dalam jangka waktu harian. 


2. Analisis teknikal (chart) 

Trading harian harus tetap dilakukan menggunakan analisis teknikal. Dalam hal ini, untuk mencari saham2 yang bagus untuk intraday, anda harus melakukan analisis teknikal di saham tersebut. 

Pola-pola teknikal yang terjadi dapat menggambarkan cerminan psikologis market, apakah saham akan cenderung naik jangka pendek, turun atau cenderung sideways. Jadi jangan beranggapan bahwa chart hanya digunakan oleh swing trader atau positioning trader. 

Namun, analisis teknikal tentu tidak bisa berdiri sendiri untuk trading harian. Analisis teknikal harus anda kombinasikan dengan tape reading (poin 1) dan analisa momentum (poin 3). 


3. Analisis momentum

Kunci dari trading harian adalah memahami momentum yang bagus untuk beli saham. Mengapa? Karena jangka waktu anda cukup singkat, sehingga anda harus membeli saham yang sinyalnya bagus. 

Analisis momentum adalah kombinasi dari kedua poin diatas, yaitu tape reading, analisis teknikal serta pelajari analisis market. Market yang cenderung stabil (tidak terlalu fluktuatif / bearish) tentu akan cenderung lebih mudah untuk memilih saham untuk trading harian. 

Jenis dan tipikal saham juga menentukan bagus tidaknya saham tersebut untuk trading harian. Ada saham yang bagus untuk trading harian. Ada saham yang berisiko untuk ditradingkan jangka pendek. 


Tiga hal inilah yang harus anda pahami dan praktikkan jika ingin sukses dan profit dalam trading harian. Jadi sebenarnya dalam teknik trading harian saham, anda sama sekali tidak memerlukan software-software khusus yang harganya mahal (sampai puluhan juta). 


Sayang sekali kalau uang anda habis hanya untuk membeli metode-metode trading harian yang sebenarnya metode 'sempurna' itu tidak bisa didapatkan secara instan. Karena teknik trading harian yang sesungguhnya terletak pada analisis-analisis yang benar. Hal ini sudah bisa dilakukan melalui software online trading anda sendiri. 
Mengenal Cuan Saham dalam Trading

Mengenal Cuan Saham dalam Trading





Dalam dunia saham, kita sering sekali mengenal istilah CUAN. Di forum-forum saham, grup saham, maupun pembicaraan para trader, istilah cuan ini seringkali digunakan. Misalnya, anda pasti sering mendengar: 

  • Barusan jual saham PTBA. Dapat cuan 3%. Lumayan.
  • Tadi dapat cuan di saham TLKM
  • Belum bisa cuan hari ini. Market masih turun 

Namun tidak semua trader mengetahui apa itu cuan. Oleh karena itu, kita akan bahas di pos ini.  Cuan sebenarnya adalah istilah yang seringkali digunakan oleh para pedagang Tiongkok. Namun, pada akhirnya istilah cuan ini juga sering digunakan dalam trading saham. 

Cuan adalah profit / keuntungan yang anda peroleh dari trading ataupun investasi saham. Jadi kalau anda beli saham, katakanlah saham UNVR, kemudian anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, maka anda mendapatkan profit alias cuan. 

Ketika anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, anda dapat dikatakan dapat 'cuan dari saham UNVR'. Sampai disini, anda sudah mengerti apa itu cuan dalam dunai saham. Cuan / profit di saham bisa diperoleh dengan dua cara, yaitu sebagai berikut: 

1. Capital gain 

Capital gain adalah selisih harga jual - harga beli saham. Apabila anda berhasil menjual saham di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga beli, maka dari situlah anda mendapatkan cuan alias profit. 

Untuk menghitung berapa besarnya cuan yang anda dapatkan dalam trading, anda harus menghitung selisih harga jual - harga beli dengan fee beli jual saham. 

Nah, untuk mendapatkan cuan dari saham dari capital gain, anda harus bisa memilih dan membeli saham-saham yang bagus, yang punya potensi naik. Terutama untuk trader saham yang ingin meraih cuan jangka pendek, pilihlah saham2 yang berpotensi naik. 

Gunakan analisa-analisa teknikal yang simpel dan mudah dipraktikkan dalam mencari saham bagus, momentum, analisis market. Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik  maupun strategi-strategi full analisis teknikal untuk mencari saham bagus. Anda bisa dapatkan disini: 



2. Dividen 

Cuan dari saham juga bisa anda peroleh melalui dividen. Dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham. Jadi kalau anda memiliki saham, dan emiten membagikan dividen, maka anda bisa mendapatkan cuan dari dividen yang dibagikan perusahaan. 

Dividen memang hanya dibagikan sekali dalam setahun. Namun anda sebenarnya bisa mendapatkan dividen tanpa harus menunggu waktu setahun. Ketika perusahaan mengumumkan pembagian dividen, anda bisa mendapatkannya hanya dalam 1 hari, asalkan anda memahami cara mendapatkan dividen (perhatikan tanggal cum date dan ex date). 

Itulah pengertian cuan dalam trading maupun investasi saham. Semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang istilah-istilah umum yang sering muncul di dunia saham. 
Ekonomi Dunia dan IHSG

Ekonomi Dunia dan IHSG




Naik-turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Memang naik-turunnya saham itu tergantung dari banyak sedikitnya permintaan dan penawaran. Tapi itu adalah teori yang sangat dasar.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa yang menyebabkan para trader bisa percaya untuk membeli suatu saham, sehingga banyak permintaan daripada penawaran dan juga sebaliknya? 

Kondisi perekonomian suatu negara adalah salah satu hal yang sangat menentukan apakah harga saham-saham di pasar saham bisa bergairah atau tidak. Saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ini: 

"Memang apa hubungannya harga saham sama perekonomian negara? Naik turunnya harga saham itu kan karena permintaan dan penawaran trader saham. Kenapa naik turunnya harga saham dapat menggambarkan kondisi ekonomi negara?"

Sekarang anda bayangkan, anda adalah seorang investor saham. Anda ingin berinvestasi di saham-saham perusahaan besar di Indonesia yang prospeknya bagus. Tapi saat itu kondisi ekonomi lagi carut-marut, amburadul... 

Apakah anda sebagai investor saham berani memasukkan modal besar untuk investasi saham? 

Demikian juga kalau hal sebaliknya terjadi. Anda ingin investasi saham. Dan pada saat itu, kondisi ekonomi sedang berjalan bagus, laba perusahaan banyak yang naik, operasional perusahaan berjalan lancar. 

Tentu saja, dalam kondisi ekonomi yang bagus, anda pasti lebih berani memasukkan modal besar untuk investasi saham, dibandingkan saat kondisi ekonomi sedang berantakan. 

Itulah kenapa pasar modal / pasar saham merupakan salah satu tolok ukur sehat tidaknya kondisi perekonomian suatu negara. Kalau harga saham terus berjatuhan, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi suatu negara. 

Karena saat ekonomi sedang bergejolak, investor dan trader saham pasti memutuskan untuk menjual saham-sahamnya di pasar saham, sehingga banyak saham yang harganya terus turun, demikian juga sebaliknya.  

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa harga saham itu menjadi tolok ukur sehat tidaknya perekonomian suatu negara. Kita ingat bagaimana krisis ekonomi tahun 1998 dan crash market 2008 (IHSG turun 60%) membuat harga saham benar-benar drop.

Hal ini karena di tahun-tahun tersebut ekonomi Indonesia & dunia benar-benar berada di ujung tanduk, sehingga investor saham banyak yang menjual saham dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian juga di tahun 2020 saat wabah Virus Corona, di mana sektor bisnis terhambat, ekspor-impor, perjalanan bisnis juga banyak dihentikan, maka tentu hal ini akan menghambat perekonomian negara. 

Hal ini membuat IHSG di tiga bulan pertama langsung amblas 39%. Tentu ini bukan penurunan yang wajar. 

Namun sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi setelah tahun 1998-1999, maka IHSG kembali naik dengan cepat, banyak investor membeli saham, banyak orang yang berani masuk lagi di pasar saham. 

Jadi perekonomian suatu negara itu sangat berhubungan erat dengan pergerakan pasar saham. Itulah mengapa, di web Saham Gain saya sering mengulas dan menyarankan pada anda agar: 

"Pelajari kondisi & sentimen market (terutama berkaitan dengan berita2 ekonomi)"

"Pelajari analisis fundamental, terutama ekonomi mikro dan ekonomi makro" 

Apa yang saya paparkan ini (anjuran untuk mempelajari kondisi ekonomi sebelum beli saham, khususnya untuk investasi jangka panjang), tentu bukan tanpa alasan. 

Yap, melalui pos ini kita sudah menemukan 'benang merah' kaitan antara kondisi ekonomi negara dengan harga saham. Jadi di dalam belajar saham, jangan mengabaikan untuk mempelajari kondisi perekonomian negara, dan sentimen2 yang terjadi di pasar saham.