Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pada saat pasar saham sedang naik (bullish), banyak trader saham yang semangat, euforia, optimis, dan ingin terus mempelajari pasar saham supaya bisa memaksimalkan profit. 

Namun jika yang terjadi sebaliknya, di mana pasar saham sedang lesu, saham-saham berjatuhan, indeks saham luar negeri jatuh, banyak trader saham yang mulai pesimis, tidak mau belajar saham, malas melihat market.   

Oke, nggak ada salahnya kalau saat market turun anda "tutup laptop" sementara, karena saat itu nggak ada saham bagus untuk ditradingkan. 

Bayangkan kalau IHSG lagi jatuh, dan sehari bisa turun sampai 3% lebih. Saya rasa, saya pun juga nggak akan beli saham pada saat-saat seperti itu. Strategi "tutup laptop" saat market sedang jatuh, atau harga saham turun sebenarnya juga merupakan cara untuk refreshing. 

Daripada kita stress melihat saham2 pada turun, mendingan kita lupakan sejenak pasar saham dan lakukan aktivitas yang lain. 

Tapi bukan berarti kita hanya mau belajar saham, memperdalam analisis untuk trading & investasi hanya ketika pasar saham lagi bagus, ketika banyak trader euforia, ketika banyak sentimen positif. 

Pada saat harga saham sedang turun, entah turun karena koreksi, ataupun karena ekonomi sedang lesu, saya sering sekali mendengar kalimat-kalimat seperti berikut: 

"Percuma belajar saham. Harga saham turun terus".

"Analisis teknikal sama fundamental tidak akan berguna kalau pasar saham masih turun." 

"Nggak ada gunanya analisis teknikal dan fundamental, masih kalah sama bandar".

"Naik turunnya saham tergantung bandar. Percuma mempelajari analisis saham, kalau bandar mau naikkan saham ya pasti naik. Kalau mau turunin saham, trader ritel nggak akan bisa apa-apa" 

Namun ketika harga saham lagi naik-naiknya, mulai banyak trader yang optimis. Nah, kalau anda memiliki mindset seperti ini, ujung-ujungnya anda hanya akan siap menghadapi market bullish, tetapi tidak siap saat harus berhadapan dengan market yang turun secara tiba-tiba.

Belajar saham yang benar bukan cuma dilakukan ketika pasar saham lagi bagus. Dalam keadaan apapun, sebenarnya selalu ada hal-hal yang bisa anda pelajari dari pasar saham, di mana ilmu tersebut bisa anda gunakan di kemudian hari.

Pada saat pasar saham naik, anda bisa belajar untuk memaksimalkan profit, mengontrol euforia, belajar menetapkan target profit, belajar menyeleksi saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Pada saat pasar saham koreksi (turun) normal, anda bisa belajar untuk memilih dan screening saham-saham mana saja yang sudah diskon yang punya potensi rebound.

Pada saat pasar saham lesu, anda bisa belajar untuk membaca kondisi market, membaca pertanda market yang akan turun, mempelajari saham-saham apa yang sudah undervalue atau yang murah secara teknikal, mempelajari siklus market dan manajemen modal untuk "curi start" di harga bawah. 

Dengan demikian, anda bisa bertahan dalam kondisi market apapun, baik saat bullish maupun bearish. Belajar saham yang benar ini adalah kunci anda untuk mendapatkan PROFIT KONSISTEN di saham. 

Hal ini sudah saya alami secara pribadi. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin sharing pada anda semua, agar setiap trader mau melakukan proses pembelajaran di pasar saham, dan bukan hanya bersedia belajar / optimis saat market lagi bagus saja. 

Kesimpulannya, belajar saham yang benar dilakukan dengan cara: Mau mempelajari setiap kondisi pasar saham, dan bersedia untuk tetap menganalisis, baik kondisi market naik maupun turun. 

Di setiap momen yang terjadi di pasar saham, selalu ada pembelajaran yang bisa diambil dan praktikkan untuk keputusan trading anda. 

Satu hal lagi, saya ingin tekankan bahwa belajar saham bukan berarti anda harus membeli saham. Dalam kondisi market turun, bukan berarti anda harus beli saham. 

Wait and see, menganalisis, screening tanpa memutuskan untuk beli saham juga merupakan bagian dari belajar saham. 
Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham




Mempelajari pergerakan harga saham sangat penting untuk anda pahami. Sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi anda untuk langkah trading / investasi selanjutnya. 

Pergerakan harga saham yang saya maksud di pos ini adalah: Pergerakan IHSG. Yup, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG ini sangat menentukan reaksi pasar, reaksi anda juga. 

Kalau IHSG anjlok, banyak yang panic selling, takut, pesimis. Kalau IHSG sedang bagus, banyak yang optimis, euforia, beli saham lebih banyak. 

Jadi anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan lebih dalam lagi: Memahaminya. Kalau anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), anda bisa terbawa reaksi market yang salah (panic selling). 


Pergerakan IHSG bisa dianalogikan dengan "bola basket yang dilempar dari ketinggian tertentu". Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar berikut ini: 

Analogi pergerakan harga saham
Coba anda lempar bola basket katakanlah dari ketinggian 5 meter. Setelah bola jatuh, bola tersebut pasti akan memantul kembali. Analogi kedua, sekarang coba anda lempar bola basket dari tempat yang lebih tinggi, yaitu dari ketinggian 10 meter.

Baik anda melempar bola dari ketinggian 5 maupun 10 meter, bola tersebut pasti akan memantul lagi. Tetapi kekuatan pantulannya akan berbeda. Bola yang dilempar adri ketinggian 10 meter akan memberikan pantulan bola basket yang jauh lebih tinggi dibandingkan bola yang dilempar dari ketinggian 5 meter. 

Untuk memudahkannya, perhatikan dua gambar diatas. Gambar pertama, bola basket dilempar dengan ketinggian rendah. Dan gambar kedua, bola basket dilempar dari tempat yang lebih tinggi. Bola basket yang kedua (dilempar dari ketinggian yang lebih tinggi), akan menghasilkan pantulan yang lebih besar daripada yang pertama. 

Nah, analogi ini sama seperti pergerakan harga saham (IHSG). Semakin dalam IHSG turun, maka ketika IHSG, pasar saham pulih, IHSG akan naik (memantul) semakin tinggi, semakin cepat. 

Sebaliknya, kalau IHSG turunnya hanya sedikit, maka kenaikan atau reboundnya pun tidak akan setinggi saat IHSG turun banyak. 

Apa buktinya? 

Kita sudah beberapa kali menghadapi IHSG turun tajam, bahkan crash market, yaitu pada tahun 1998, 2008 dan 2015 (bukan crash market). Namun ketika market pulih, kenaikan IHSG benar-benar fantastis, banyak saham bagus yang naik puluhan-ratusan persen dalam waktu beberapa bulan. 

Bahkan setelah kejadian2 tersebut, IHSG selalu berhasil membentuk all time high. Contohnya seperti tahun 2015, di mana setelah IHSG turun sekitar 24% selama 6-7 bulan, IHSG dalam 2-3 tahun setelahnya, membentuk all time high diatas 6.500. 

Konsep ini juga berlaku sebaliknya, saat IHSG naik. Kalau IHSG sudah naik sangat tinggi (overvalued), dan IHSG sudah mulai stagnan, saat-saat itulah anda harus mulai waspada dan kurangi beli saham. 

Semakin tinggi IHSG naik, jatuhnya juga semakin tajam. Yup, konsep ini berlaku sama seperti analogi gambar diatas tadi, namun sebaliknya. 

Ini sebenarnya adalah konsep pergerakan harga saham yang sangat dasar, namun banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini karena banyak trader saham yang pesimis, bahkan menebar fear di saat-saat IHSG sedang jatuh. 

Trader-trader banyak yang terbawa 'arus' panic dan ketakutan di market. Sehingga, justru ketika peluang datang, trader / investor tidak bisa melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk meraih profit yang sangat besar. 

Jadi dengan memahami konsep pergerakan harga saham ini, diharapkan kita semua bisa melihat peluang-peluang yang ada di market, termasuk menjadi trader yang lebih waspada. Artinya, kita bisa menjadi lebih peka terhadap kondisi pasar saham. 

Tentu saja, untuk membaca market yang berpotensi jatuh, atau market yang sudah overvalued, anda harus menganalisis, baik dengan pendekatan analisa fundamental maupun analisa market. 

Tapi tentu itu semua bisa anda lakukan kalau anda sering praktik trading, menganalisa market, dan belajar saham secar otodidak. Sebagai pemain saham, itu adalah tugas kita. 
Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus




Menguasai analisis fundamental saham harus dapat anda terapkan untuk para trader maupun investor jangka panjang. Terutama kalau anda bertujuan investasi saham, maka analisis fundamental adalah senjata utama anda untuk memilih saham yang berkualitas. 

Jika anda ingin investasi jangka panjang (membeli saham dan disimpan selama minimal diatas 6 bulan), maka anda harus bisa menyeleksi saham-saham apa saja yang dapat menghasilkan potensi profit dalam jangka waktu yang panjang. 

Artinya, inti dari analisis fundamental adalah mencari perusahaan bagus, yaitu perusahaan yang memiliki: 

- Kinerja keuangan mapan
- Tren laba bersih naik dalam 5 tahun terakhir
- Sebisa mungkin menjadi leader di sektor industri
- Sektor usahanya berkembang & diminati masyarakat
- Memiliki historis tata kelola perusahaan yang bagus / positif 

Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, mapan, sahamnya akan selalu diminati oleh investor, sehingga saham-saham seperti ini akan mudah naik saat pasar saham pulih dari strong bearish, dan cenderung memiliki pola uptrend dalam jangka panjang. 

Sebagai tambahan, di dalam analisis fundamental, selain mencari perusahaan bagus, memahami harga wajar dan valuasi saham juga sangat penting sebagai dasar keputusan untuk membeli saham di harga yang murah (undervalue) dan wajar. 


Perusahaan yang bagus secara fundamental bisa anda pilih berdasarkan kriteria industrinya. Ada saham-saham yang tahan banting terhadap koreksi market. Ada saham-saham growth stock. Ada tipikal value stock dan lain-lain. Anda bisa memilih perusahaan2 bagus berdasarkan tipikal anda. 

MENCARI PERUSAHAAN BAGUS SAAT SAHAM TURUN 

Banyak anggapan analisis fundamental itu 'hanya berguna' saat pasar saham lagi bagus, dan tidak akan terlalu bermanfaat ketika market sedang turun, karena saat pasar saham turun, perusahaan2 bagus pun harganya downtrend.

Anggapan2 seperti ini kurang tepat. Analisis fundamental sangat dibutuhkan dalam semua kondisi market, baik saat market bullish maupun bearish. Jika dalam kondisi market bearish anda bisa memilih perusahaan bagus, maka saat market pulih, anda bisa mendapatkan profit berlipat. 

Kalau anda sudah trading / investasi di tahun 2008 atau 2015, anda pasti merasakan bagaimana perusahana2 bagus yang sahamnya jatuh, harganya bisa naik berlipat saat market sudah pulih kembali. 

Sebaliknya, kalau anda beranggapan bahwa analisis fundamental hanya berlaku untuk market bullish, maka kemungkinan besar anda akan membuang peluang-peluang bagus saat harga saham banyak yang murah. 

Disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham, kita juga sudah mempelajari konsep pergerakan harga saham. Dan saham-saham yang perusahaannya bagus itulah yang memiliki peluang bagus saat market sedang turun. 

Jadi di dalam kondisi bearish period, pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental bagus & undervalue. Saham-saham tersebut akan naik cepat saat market sudah pulih dan bahkan menghasilkan return yang jauh lebih maksimal dibandingkan saham2 lapis dua dan lapis tiga.

Kesimpulannya, mencari perusahaan bagus adalah bagian dari analisis fundamental, di mana analisa fundamental harus selalu anda lakukan dalam kondisi market apapun, untuk mencari kesempatan dan peluang emas, sehingga anda bisa memiliki portofolio saham yang berkualitas. 
Teknik Trading Harian Saham

Teknik Trading Harian Saham




Membeli dan menjual saham dalam jangka waktu yang singkat, yaitu beli-jual saham di hari yang sama, atau trading satu - tiga hari merupakan strategi trading harian (intraday) trading. Apakah anda adalah salah satu trader yang menerapkan strategi intraday trading? 

Dalam praktiknya, cukup banyak trader yang menerapkan trading harian, karena tidak sedikit trader saham yang ingin mendapatkan profit jangka pendek dari trading tanpa harus menyimpan saham terlalu lama. 

Tidak heran jika ada banyak strategi dan cara untuk melakukan trading harian (yang mungkin juga sering anda dengar), mulai dari analisa-analisa yang simpel sampai dengan analisis yang rumit. Tidak semua analisis trading harian cocok diterapkan oleh trader dan bisa menghasilkan profit konsisten.  

Di pos ini, saya ingin memaparkan poin-poin dan strategi penting trading harian yang bisa anda terapkan secara umum, untuk semua level trader (pemula sampai expert) dan mudah diaplikasikan secara langsung dalam trading saham.  

Ada poin-poin penting yang tidak boleh anda lewatkan ketika anda menerapkan teknik trading harian saham untuk memilih saham2 yang bagus. Berikut beberapa analisis untuk trading harian saham:

1. Analisis tape reading (bid-offer) 

Setiap kali anda memasukkan antrian harga beli dan jual, anda pasti akan mengamati bid (permintaan beli) dan offer (penawaran jual) saham tersebut. Bid offer sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk analisa saham, khususnya untuk intraday trading, bukan hanya digunakan untuk memasang order. 

Bid dan offer menunjukkan kekuatan / minat beli dan jual yang terbentuk pada suatu saham. Dan bid offer menunjukkan minat pasar yang terjadi atau berlaku di hari / jam perdagangan saham yang sedang berlangsung. 

Oleh karena itu, bid offer bisa digunakan untuk mengambil keputusan trading cepat, untuk melihat apakah suatu saham memiliki potensi ke utara (naik) dalam jangka yang pendek, atau justru saham berpotensi turun dalam waktu cepat. 

Analisa tape reading ini juga dapat dikombinasikan dengan analisis net buy -sell, di mana analisa net buy dan net sell seringkali bisa menjadi penentu naik-turunnya saham dalam jangka waktu harian. 


2. Analisis teknikal (chart) 

Trading harian harus tetap dilakukan menggunakan analisis teknikal. Dalam hal ini, untuk mencari saham2 yang bagus untuk intraday, anda harus melakukan analisis teknikal di saham tersebut. 

Pola-pola teknikal yang terjadi dapat menggambarkan cerminan psikologis market, apakah saham akan cenderung naik jangka pendek, turun atau cenderung sideways. Jadi jangan beranggapan bahwa chart hanya digunakan oleh swing trader atau positioning trader. 

Namun, analisis teknikal tentu tidak bisa berdiri sendiri untuk trading harian. Analisis teknikal harus anda kombinasikan dengan tape reading (poin 1) dan analisa momentum (poin 3). 


3. Analisis momentum

Kunci dari trading harian adalah memahami momentum yang bagus untuk beli saham. Mengapa? Karena jangka waktu anda cukup singkat, sehingga anda harus membeli saham yang sinyalnya bagus. 

Analisis momentum adalah kombinasi dari kedua poin diatas, yaitu tape reading, analisis teknikal serta pelajari analisis market. Market yang cenderung stabil (tidak terlalu fluktuatif / bearish) tentu akan cenderung lebih mudah untuk memilih saham untuk trading harian. 

Jenis dan tipikal saham juga menentukan bagus tidaknya saham tersebut untuk trading harian. Ada saham yang bagus untuk trading harian. Ada saham yang berisiko untuk ditradingkan jangka pendek. 


Tiga hal inilah yang harus anda pahami dan praktikkan jika ingin sukses dan profit dalam trading harian. Jadi sebenarnya dalam teknik trading harian saham, anda sama sekali tidak memerlukan software-software khusus yang harganya mahal (sampai puluhan juta). 


Sayang sekali kalau uang anda habis hanya untuk membeli metode-metode trading harian yang sebenarnya metode 'sempurna' itu tidak bisa didapatkan secara instan. Karena teknik trading harian yang sesungguhnya terletak pada analisis-analisis yang benar. Hal ini sudah bisa dilakukan melalui software online trading anda sendiri. 
Mengenal Cuan Saham dalam Trading

Mengenal Cuan Saham dalam Trading





Dalam dunia saham, kita sering sekali mengenal istilah CUAN. Di forum-forum saham, grup saham, maupun pembicaraan para trader, istilah cuan ini seringkali digunakan. Misalnya, anda pasti sering mendengar: 

  • Barusan jual saham PTBA. Dapat cuan 3%. Lumayan.
  • Tadi dapat cuan di saham TLKM
  • Belum bisa cuan hari ini. Market masih turun 

Namun tidak semua trader mengetahui apa itu cuan. Oleh karena itu, kita akan bahas di pos ini.  Cuan sebenarnya adalah istilah yang seringkali digunakan oleh para pedagang Tiongkok. Namun, pada akhirnya istilah cuan ini juga sering digunakan dalam trading saham. 

Cuan adalah profit / keuntungan yang anda peroleh dari trading ataupun investasi saham. Jadi kalau anda beli saham, katakanlah saham UNVR, kemudian anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, maka anda mendapatkan profit alias cuan. 

Ketika anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, anda dapat dikatakan dapat 'cuan dari saham UNVR'. Sampai disini, anda sudah mengerti apa itu cuan dalam dunai saham. Cuan / profit di saham bisa diperoleh dengan dua cara, yaitu sebagai berikut: 

1. Capital gain 

Capital gain adalah selisih harga jual - harga beli saham. Apabila anda berhasil menjual saham di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga beli, maka dari situlah anda mendapatkan cuan alias profit. 

Untuk menghitung berapa besarnya cuan yang anda dapatkan dalam trading, anda harus menghitung selisih harga jual - harga beli dengan fee beli jual saham. 

Nah, untuk mendapatkan cuan dari saham dari capital gain, anda harus bisa memilih dan membeli saham-saham yang bagus, yang punya potensi naik. Terutama untuk trader saham yang ingin meraih cuan jangka pendek, pilihlah saham2 yang berpotensi naik. 

Gunakan analisa-analisa teknikal yang simpel dan mudah dipraktikkan dalam mencari saham bagus, momentum, analisis market. Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik  maupun strategi-strategi full analisis teknikal untuk mencari saham bagus. Anda bisa dapatkan disini: 



2. Dividen 

Cuan dari saham juga bisa anda peroleh melalui dividen. Dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham. Jadi kalau anda memiliki saham, dan emiten membagikan dividen, maka anda bisa mendapatkan cuan dari dividen yang dibagikan perusahaan. 

Dividen memang hanya dibagikan sekali dalam setahun. Namun anda sebenarnya bisa mendapatkan dividen tanpa harus menunggu waktu setahun. Ketika perusahaan mengumumkan pembagian dividen, anda bisa mendapatkannya hanya dalam 1 hari, asalkan anda memahami cara mendapatkan dividen (perhatikan tanggal cum date dan ex date). 

Itulah pengertian cuan dalam trading maupun investasi saham. Semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang istilah-istilah umum yang sering muncul di dunia saham. 
Ekonomi Dunia dan IHSG

Ekonomi Dunia dan IHSG




Naik-turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Memang naik-turunnya saham itu tergantung dari banyak sedikitnya permintaan dan penawaran. Tapi itu adalah teori yang sangat dasar.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa yang menyebabkan para trader bisa percaya untuk membeli suatu saham, sehingga banyak permintaan daripada penawaran dan juga sebaliknya? 

Kondisi perekonomian suatu negara adalah salah satu hal yang sangat menentukan apakah harga saham-saham di pasar saham bisa bergairah atau tidak. Saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ini: 

"Memang apa hubungannya harga saham sama perekonomian negara? Naik turunnya harga saham itu kan karena permintaan dan penawaran trader saham. Kenapa naik turunnya harga saham dapat menggambarkan kondisi ekonomi negara?"

Sekarang anda bayangkan, anda adalah seorang investor saham. Anda ingin berinvestasi di saham-saham perusahaan besar di Indonesia yang prospeknya bagus. Tapi saat itu kondisi ekonomi lagi carut-marut, amburadul... 

Apakah anda sebagai investor saham berani memasukkan modal besar untuk investasi saham? 

Demikian juga kalau hal sebaliknya terjadi. Anda ingin investasi saham. Dan pada saat itu, kondisi ekonomi sedang berjalan bagus, laba perusahaan banyak yang naik, operasional perusahaan berjalan lancar. 

Tentu saja, dalam kondisi ekonomi yang bagus, anda pasti lebih berani memasukkan modal besar untuk investasi saham, dibandingkan saat kondisi ekonomi sedang berantakan. 

Itulah kenapa pasar modal / pasar saham merupakan salah satu tolok ukur sehat tidaknya kondisi perekonomian suatu negara. Kalau harga saham terus berjatuhan, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi suatu negara. 

Karena saat ekonomi sedang bergejolak, investor dan trader saham pasti memutuskan untuk menjual saham-sahamnya di pasar saham, sehingga banyak saham yang harganya terus turun, demikian juga sebaliknya.  

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa harga saham itu menjadi tolok ukur sehat tidaknya perekonomian suatu negara. Kita ingat bagaimana krisis ekonomi tahun 1998 dan crash market 2008 (IHSG turun 60%) membuat harga saham benar-benar drop.

Hal ini karena di tahun-tahun tersebut ekonomi Indonesia & dunia benar-benar berada di ujung tanduk, sehingga investor saham banyak yang menjual saham dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian juga di tahun 2020 saat wabah Virus Corona, di mana sektor bisnis terhambat, ekspor-impor, perjalanan bisnis juga banyak dihentikan, maka tentu hal ini akan menghambat perekonomian negara. 

Hal ini membuat IHSG di tiga bulan pertama langsung amblas 39%. Tentu ini bukan penurunan yang wajar. 

Namun sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi setelah tahun 1998-1999, maka IHSG kembali naik dengan cepat, banyak investor membeli saham, banyak orang yang berani masuk lagi di pasar saham. 

Jadi perekonomian suatu negara itu sangat berhubungan erat dengan pergerakan pasar saham. Itulah mengapa, di web Saham Gain saya sering mengulas dan menyarankan pada anda agar: 

"Pelajari kondisi & sentimen market (terutama berkaitan dengan berita2 ekonomi)"

"Pelajari analisis fundamental, terutama ekonomi mikro dan ekonomi makro" 

Apa yang saya paparkan ini (anjuran untuk mempelajari kondisi ekonomi sebelum beli saham, khususnya untuk investasi jangka panjang), tentu bukan tanpa alasan. 

Yap, melalui pos ini kita sudah menemukan 'benang merah' kaitan antara kondisi ekonomi negara dengan harga saham. Jadi di dalam belajar saham, jangan mengabaikan untuk mempelajari kondisi perekonomian negara, dan sentimen2 yang terjadi di pasar saham.
Mengenal Trading Halt Saham

Mengenal Trading Halt Saham




Pada saat bursa saham anjlok, kita mulai sering mendengar istilah trading halt. Tahukah anda, apa yang dimaksud dengan trading halt? Dan dalam kondisi apa trading halt diterapkan? Mari kita bahas. 

Trading halt adalah penghentian perdagangan saham sementara waktu dengan tujuan mengurangi fluktuasi penurunan harga saham, tidak turun lebih dalam. Kebijakan trading halt dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan biasanya kita bisa lihat surat keputusan Direksi BEI melalui situs Idx.co.id. 

Berikut contoh surat trading halt yang dikeluarkan BEI pada tanggal 10 Maret 2020 pada saat wabah virus Corona:  

Klik gambar untuk memperbesar

Dari sini, kita sudah bisa menganalisa bahwa trading halt akan diterapkan apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Berikut adalah peraturan trading halt dari Bursa Efek Indonesia (BEI), peraturan ini bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi Bursa saham Indonesia yang terjadi: 

1. Perdagangan saham akan dihentikan sementara (trading halt) selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan mencapai 5%. 

2. Trading halt akan dilakukan lagi apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10%. 

3. Apabila IHSG turun lebih dari 15% di hari itu, maka akan dilakukan trading suspend. Trading suspend dapat dilakukan: Sampai akhir sesi perdagangan saham atau lebih dari satu sesi perdagangan, dengan catatan sudah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Ketika dilakukan trading halt maupun trading suspend, maka anda tidak akan bisa mentradingkan saham saat itu, karena perdagangan dihentikan sementara. 

Catatan: Perbedaan trading halt dan trading suspend adalah pada trading halt seluruh antrian beli jual saham yang sifatnya masih open order (belum match), akan tetap berada pada sistem perdagangan Jakarta Automatic Trading System (JATS). 

Tapi kalau sudah terkena trading suspend, maka seluruh antrian yang statusnya open order, akan otomatis dicabut oleh JATS. Jadi kalau anda sudah antri beli saham, katakanlah TLKM di harga 3.100, dan saat itu terjadi trading suspend, maka antrian 3.100 anda akan dicabut secara otomatis.  

Trading halt dan trading suspend memang disiapkan untuk kondisi2 darurat, seperti gangguan keamanan politik, sosial, bencana, permasalahan pada sistem remote trading di Bursa Efek, hingga penghentian perdagangan saham karena kepanikan pasar (IHSG turun 5% sesuai ketentuan diatas tadi).  

Jadi setelah dilakukan trading halt selama 30 menit, diharapkan pelaku pasar (trader dan investor dapat istirahat sejenak, berpikir, mengambil keputusan ulang untuk tidak panic selling dan mencegah trader2 lain yang masuk ke dalam rasa fear yang berlebihan (ikut-ikutan panic selling). 

Sehingga, setelah 30 menit trading halt, dan perdagangan saham dibuka lagi, diharapkan IHSG minimal bisa mulai meredakan panic selling pelaku pasar.  

TRADING HALT DI PASAR SAHAM INDONESIA

Trading halt pernah terjadi di bulan Maret 2020, di mana dalam sebulan IHSG mengalami trading halt sampai 4 (empat kali), yaitu di tanggal 12 Maret 2020, 13 Maret 2020, 17 Maret 2020 dan 23 Maret 2020 akibat panic selling trader, karena saat itu wabah virus Corona sedang gencar di Indonesia, dan saya akui ini adalah trading halt yang cukup ekstrim yang pernah terjadi. 

Ini adalah salah satu trading halt yang terjadi tanggal 13 Maret 2020, di mana perdagangan saham dihentikan sementara pada 09.15 pada dibuka kembali pukul 09.45. 


Trading halt
Kondisi pasar saham (di software online trading) saat terjadi trading halt tanggal 13 Maret 2020: 


Saat trading halt, banyak sekali saham yang turun, bahkan saham2 lapis dua dan saham blue chip sekelas BBRI terkena auto reject bawah (ARB). Trading halt bukan hanya terjadi di tahun 2020.

Apakah trading halt ini benar-benar efektif membuat pasar saham kembali rebound atau setidaknya meredam penurunan market? 

Well, trading halt yang dilakukan di bulan Maret 2020 sebanyak 4 kali memberikan hasil yang variatif. Setelah 30 menit trading halt, IHSG memang masih turun di kisaran 4-5% lebih. Tetapi, so far trading halt ini membuat penurunan IHSG sedikit reda di hari tersebut, karena beberapa kali setelah trading halt, IHSG setidaknya tidak turun sampai 6% lebih. 

Sebelum munculnya kebijakan trading halt pada 10 Maret 2020, tanggal 9 Maret 2020 IHSG sempat turun 6% lebih. Tapi trading halt ini biasanya hanya berdampak di hari itu saja. Kalau pasar sahamnya masih banyak sentimen negatif, aksi panic selling biasanya masih terus berlanjut. 

Selain itu, kita juga pernah menghadapi trading halt pada tahun 2000 dan 2008. 

1. Trading halt tahun 2000

Pada tanggal 13 September 2000 sekitar jam 15.17 WIB terjadi ledakan bom di gedung BEI, yang berasal dari mobil Toyota. Atas peristiwa ini 15 orang menjadi korban tragedi tesebut. 

Yup, kita sudah tahu apa yang bakal terjadi dengan pasar saham. Tentu IHSG langsung jatuh akibat panic selling. Akhirnya dilakukan trading halt sampai 2 hari yaitu pada tanggal 13-15 September 2000. 

2. Trading halt tahun 2008 

Krisis 2008 membuat IHSG turun berbulan-bulan, dan pada 8 Oktober 2008, IHSG sempat turun 10,38% ke angka 1.451,67 dan peristiwa ini disebut Black Wednesday. Akhirnya pukul 11.08 WIB dilakukan trading halt sebagai upaya untuk mencegah fluktuatif penurunan saham terlalu dalam. Suspensi perdagangan saham berlangsung sampai tanggal 13 Oktober 2008. 

Itulah penjelasan tentang trading halt. Semoga pos ini bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan mengenai apa itu trading halt saham dan praktikknya di pasar saham Indonesia.